September 30, 2008

Sikap Profesional Guru

A. Konsep Dasar Sikap dan Perilaku

Thursthoen dalam Walgito (1990: 108) menjelaskan bahwa, sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. Berkowitz, dalam Azwar (2000:5) menerangkan sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi, dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike), menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu.Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa sikap adalah kecenderungan, pandangan, pendapat atau pendirian seseorang untuk menilai suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek.

Struktur sikap siswa terhadap konselor terdiri dari tiga komponen yang terdiri atas:1. Komponen kognitif, Komponen ini berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, dan keyakinan tentang objek. Hal tersebut berkaitan dengan bagaimana orang mempersepsi objek sikap.2. Komponen afektif, Komponen afektif terdiri dari seluruh perasaan atau emosi seseorang terhadap sikap. Perasaan tersebut dapat berupa rasa senang atau tidak senang terhadap objek, rasa tidak senang merupakan hal yang negatif.. komponen ini menunjukkan ke arah sikap yaitu positif dan negatif. Komponen afektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap (Azwar, 2000:26), secara umum komponen afektif disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu. Namun pengertian perasaan pribadi seringkali sangat berbeda perwujudannya bila dikaitkan dengan sikap.3. Komponen konatif, Komponen ini merupakan kecenderungan seseorang untuk bereaksi, bertindak terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap. Komponen-komponen tersebut di atas merupakan komponen yang membentuk struktur sikap. Ketiga komponen tersebut saling berhubungan dan tergantung satu sama lain. Saling ketergantungan tersebut apabila seseorang menghadapi suatu objek tertentu, maka melalui komponen kognitifnya akan terjadi persepsi pemahaman terhadap objek sikap.

Hasil pemahaman sikap individu mengakui dapat menimbulkan keyakinan-keyakinan tertentu terhadap suatu objek yang dapat berarti atau tidak berarti. Dalam setiap individu akan berkembang komponen afektif yang kemudian akan memberikan emosinya yang mungkin positif dan mungkin negatif. Bila penilaiannya positif akan menimbulkan rasa senang, sedangkan penilaian negatif akan menimbulkan perasaan tidak senang. Akhirnya berdasarkan penilaian tersebut akan mempengaruhi konasinya, melalui inilah akan mendapat diketahui apakah individu ada kecenderungan bertindak dalam bertingkah laku, baik hanya secara lisan maupun bertingkah laku secara nyata.

Katz (dalam Walgito, 1990:110) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai empat fungsi, yaitu:1. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian, atau fungsi manfaat.Fungsi ini berkaitan dengan sarana tujuan. Di sini sikap merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Orang memandang sampai sejauh mana objek sikap dapat digunakan sebagai sarana dalam mencapai tujuan. Bila objek sikap dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya, maka orang akan bersikap positif terhadap objek sikap tersebut. Demikian sebaliknya bila objek sikap menghambat dalam pencapaian tujuan, maka orang akan bersikap negatif terhadap objek sikap tersebut. Fungsi ini juga disebut fungsi manfaat, yang artinya sampai sejauh mana manfaat objek sikap dalam mencapai tujuan. Fungsi ini juga disebut sebagai fungsi penyesuaian, artinya sikap yang diambil seseorang akan dapat menyesuaikan diri secara baik terhadap sekitarnya.

2. Fungsi pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya. Sikap diambil seseorang pada waktu orang yang bersangkutan terancam dalam keadaan dirinya atau egonya, maka dalam keadaan terdesak sikapnya dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan ego. 3. Fungsi ekspresi nilai. Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada dalam dirinya. Dengan mengekspresikan diri seseorang akan mendapatkan kepuasan dan dapat menunjukkan keadaan dirinya. Dengan mengambil nilai sikap tertentu, akan dapat menggambarkan sistem nilai yang ada pada individu yang bersangkutan. 4. Fungsi pengetahuan. Fungsi ini mempunyai arti bahwa setiap individu mempunyai dorongan untuk ingin tahu. Dengan pengalamannya yang tidak konsisten dengan apa yang diketahui oleh individu, akan disusun kembali atau diubah sedemikian rupa sehingga menjadi konsisten. Ini berarti bila seseorang mempunyai sikap tertentu terhadap suatu objek, menunjukkan tentang pengetahuan orang tersebut objek sikap yang bersangkutan.

Dalam persepsi objek sikap individu akan dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, keyakinan, proses belajar, dan hasil proses persepsi ini akan merupakan pendapat atau keyakinan individu mengenai objek sikap dan ini berkaitan dengan segi kognisi. Afeksi akan mengiringi hasil kognisi terhadap objek sikap sebagai aspek evaluatif, yang dapat bersifat positif atau negatif. Hasil evaluasi aspek afeksi akan mengait segi konasi, yaitu merupakan kesiapan untuk memberikan respon terhadap objek sikap, kesiapan untuk bertindak dan untuk berperilaku. Keadaan lingkungan akan memberikan pengaruh terhadap objek sikap maupun pada individu yang bersangkutan.

Bringham dalam Azwar (2000:138) menjelaskan tipe ukuran sikap yang paling sering dipakai adalah questioner self-report yang disebut skala sikap dan biasanya meliputi respon setuju atau tidak dalam beberapa kelompok-kelompok. Ukuran self-report mudah digunakan namun ukuran itu dapat memiliki sifat kemenduaan (ambiguity) atau adanya ukuran lain. Sikap dari skala sikap ini adalah isi pernyataan yang berupa pernyataan langsung yang jelas tujuan ukuran atau pernyataan tidak langsung yang kurang jelas untuk tujuan ukurannya bagi responden.

Mengukur sikap bukan suatu hal yang mudah sebab sikap adalah kecenderungan, pandangan pendapat, atau pendirian seseorang untuk meneliti suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya, dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek. Dalam penelitian sikap, tergantung pada kepekaan dan kecermatan pengukurannya. Perlu diperhatikan metode yang berhubungan dengan pengukuran sikap, bagaimana instrumen itu dapat dikembangkan dan digunakan untuk mengukur sikap.

Azwar (2000:90) menjelaskan bahwa, metode yang bisa digunakan untuk pengungkapan sikap yaitu: 1. Observasi perilakuKalau seseorang menampakkan perilaku yang konsisten (terulang) misalnya tidak pernah mau diajak nonton film Indonesia, bukanlah dapat disimpulkan bahwa ia tidak menyukai film Indonesia. Orang lain yang selalu memakai baju warna putih, bukankah dia memperlihatkan sikapnya terhadap warna putih. Perilaku tertentu bahkan kadang-kadang sengaja ditampakkan untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya. Dengan demikian, perilaku yang diamati mungkin saja dapat menjadi indikator sikap dalam kontek situasional tertentu, tetapi interpretasi sikap warna sangat berhati-hati apabila hanya didasarkan dari pengamatan terhadap perilaku yang ditampakkan oleh seseorang. 2. Pertanyaan langsung. Asumsi yang mendasari metode pertanyaan langsung guna pengungkapan sikap, pertama adalah asumsi bahwa individu merupakan orang yang paling tahu mengenai dirinya sendiri, dan kedua adalah asumsi keterusterangan bahwa manusia akan mengemukakan secara terbuka apa yang dirasakannya. 3. Pengungkapan langsung. Suatu metode pertanyaan langsung adalah pengungkapan langsung (direct assessment) secara tertulis yang dapat dilakukan dengan menggunakan item tunggal maupun dengan menggunakan item ganda. Prosedur pengungkapan langsung dengan item ganda sangat sederhana. Responden diminta untuk menjawab langsung suatu pernyataan sikap tertulis dengan memberi tanda setuju atau tidak setuju. Penyajian dan pemberian respondennya yang dilakukan secara tertulis memungkinkan individu untuk menyatakan sikap secara lebih jujur. Pengukuran sikap yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengungkapan langsung yaitu dengan menggunakan skala psikologis yang diberikan pada objek.

Sikap dan Perilaku Guru yang Profesional

Pemerintah sering melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
Latar belakang pendidikan ini mestinya berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhi. Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam pembelajaran ada tujuh kesalahan.

Kesalahan-kesalahan itu antara lain:
mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,
menunggu peserta didik berperilaku negatif,
menggunakan destruktif discipline,
mengabaikan kebutuhan-kebutuhan khusus (perbedaan individu) peserta didik,
merasa diri paling pandai di kelasnya,
tidak adil (diskriminatif), serta
memaksakan hak peserta didik (Mulyasa, 2005:20).

Untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut maka seorang guru yang profesional harus memiliki empat kompetensi. Kompetensi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dosen dan Guru, yakni:
kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik,
kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik,
kompetensi profesional adalah kamampuan penguasaan materi pelajaran luas mendalam,
kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Sikap dikatakan sebagai suatu respons evaluatif. Respon hanya akan timbul, apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang dikehendaki adanya reaksi individual. Respon evaluatif berarti bahwa bentuk reaksi yang dinyatakan sebagai sikap itu timbul didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik buruk, positif negati, menyenangkan-tidak menyenangkan, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap (Azwar, 2000: 15).Sedangkan perilaku merupakan bentuk tindakan nyata seseorang sebagai akibat dari adanya aksi respon dan reaksi. Menurut Mann dalam Azwar (2000) sikap merupakan predisposisi evaluatif yang banyak menentukan bagaimana individu bertindak, akan tetapi sikap dan tindakan nyata seringkali jauh berbeda. Hal ini dikarenakan tindakan nyata tidak hanya ditentukan oleh sikap semata namun juga ditentukan faktor eksternal lainnya.

Menurut penuturan R.Tantiningsih dalam Wawasan 14 Mei 2005, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar beberapa sikap dan perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan dapat hindari, diantaranya: Pertama, menyiapakan tenaga pendidik yang benar-benar profesional yang dapat menghormati siswa secara utuh. Kedua, guru merupakan key succes factor dalam keberhasilan budi pekerti. Dari guru siswa mendapatkan action exercise dari pembelajaran yang diberikan. Guru sebagai panutan hendaknya menjaga image dalam bersikap dan berperilaku. Ketiga, Budi pekerti dijadikan mata pelajaran khusus di sekolah. Kempat, adanya kerjasama dan interaksi yang erat antara siswa, guru (sekolah), dan orang tua.Terkait dengan hal di atas, Hasil temuan dari universitas Harvard bahwa 85 % dari sebab-sebab kesuksesan, pencapaian sasaran, promosi jabatan, dan lain-lain adalah karena sikap-sikap seseorang. Hanya 15 % disebabkan oleh keahlian atau kompetensi teknis yang dimiliki (Ronnie, 2005:62).Namun sayangnya justru kemampuan yang bersifat teknis ini yang menjadi primadona dalam istisusi pendidikan yang dianggap modern sekarang ini. Bahkan kompetensi teknis ini dijadikan basis utama dari proses belajar mengajar. Jelas hal ini bukan solusi, bahkan akan membuat permasalahan semakin menjadi. Semakin menggelembung dan semakin sulit untuk diatasi.

Menurut Danni Ronnie M ada enam belas pilar agar guru dapat mengajar dengan hati. Keenam belas pilar tersebut menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. Enam belas pilar pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain: (1) kasih sayang, (2) penghargaan, (3) pemberian ruang untuk mengembangkan diri, (4) kepercayaan, (5) kerjasama, (6) saling berbagi, (7) saling memotivasi, (8) saling mendengarkan, (9) saling berinteraksi secara positif, (10) saling menanamkan nilai-nilai moral, (11) saling mengingatkan dengan ketulusan hati, (12) saling menularkan antusiasme, (13) saling menggali potensi diri, (14) saling mengajari dengan kerendahan hati, (15) saling menginsiprasi, dan (16) saling menghormati perbedaan.

Jika para pendidik menyadari dan memiliki menerapkan 16 pilar pembangunan karakter tersebut jelas akan memberikan sumbangsih yang luar biasa kepada masyarakat dan negaranya.

C. Faktor Penyebab Sikap dan Perilaku Guru Menyimpang

Pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilaksanakan walapun belum menunjukkan hasil yang optimal. Pendidikan tidak bisa lepas dari siswa atau peserta didik. Siswa merupakan subjek didik yang harus diakui keberadaannya. Berbagai karakter siswa dan potensi dalam dirinya tidak boleh diabaikan begitu saja. Tugas utama guru mendidik dan mengembangkan berbagai potensi itu.Jika ada pendidik (guru) yang sikap dan perilakunya menyimpang karena dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, adanya malpraktik (meminjam istilah Prof Mungin) yaitu melakukan praktik yang salah, miskonsep. Guru salah dalam menerapkan hukuman pada siswa. Apapun alasannya tindakan kekerasan maupun pencabulan guru terhadap siswa merupakan suatu pelanggaran.

Kedua, kurang siapnya guru maupun siswa secara fisik, mental, maupun emosional. Kesiapan fisik, mental, dan emosional guru maupun siswa sangat diperlukan. Jika kedua belah pihak siap secara fisik, mental, dan emosional, proses belajar mengajar akan lancar, interaksi siswa dan guru pun akan terjalin harmonis layaknya orang tua dengan anaknya.

Ketiga, kurangnya penanaman budi pekerti di sekolah. Pelajaran budi pekerti sekarang ini sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada sifatnya hanya sebagai pelengkap, lantaran diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran yang ada. Namun realitas di lapangan pelajaran yang didapat siswa kabanyakan hanya dijejali berbagai materi. Sehingga nilai-nilai budi pekerti yang harus diajarkan justru dilupakan.

Selain dari ketiga faktor di atas, juga dipengaruhi oleh tipe-tipe kejiwaan seperti yang diungkapkan Plato dalam "Tipologo Plato", bahwa fungsi jiwa ada tiga, yaitu: fikiran, kemauan, dan perasaan. Pikiran berkedudukan di kepala, kemauan berkedudukan dalam dada, dan perasaan berkedudukan dalam tubuh bagian bawah. Atas perbedaan tersebut Plato juga membedakan bahwa pikiran itu sumber kebijakasanaan, kemauan sumber keberanian, dan perasaan sumber kekuatan menahan hawa nafsu.Jika pikiran, kemauan, perasaan tidak sinkron akan menimbulkan permasalahan. Perasaan tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, akibatnya kemauan tidak terkendali dan pikiran tidak dapat berpikir bijak. Agar pendidikan di Indonesia berhasil, paling tidak pendidik memahami faktor-faktor tersebut. Kemudian mampu mengantisipasinya dengan baik. Sehingga kesalahan-kesalahan guru dalam sikap dan perilaku dapat dihindari.Bagaimanapun juga kualitas pendidikan di Indonesia harus mampu bersaing di dunia internasional. Sikap dan perilaku profesional seorang pendidik akan mampu membawa dunia pendidikan lebih berkualitas. Dengan demikian diharapkan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Azwar Saifuddin, 2000. Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Mar'at, 1981.
  • Sikap Manusia Perubahan serta Pengukuran. Jakarta: Ghalia Indonesia.Mulyasa, 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.Ronnie M. Dani, 2005.
  • Seni Mengajar dengan Hati. Jakarta: Alex Media Komputindo.R. Tantiningsih, 2005.
  • Guru Cengkiling dan Amoral. Koran Harian Sore Wawasan. 14 Mei 2005.
  • Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: BP. Media Pustaka Mandiri.
  • Walgito, Bimo 1990. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM

Sumber: Rustantiningsih (Guru di SDN Anjasmoro 02 Semarang)
Homepage Pendidikan Network

124 komentar:

  1. Perlunya sikap yang professional menjadi modal utama bagi guru dewasa ini dimana perkembangan sekarang ini yang kian pesat menuntut seorang guru untuk memiliki berbagai skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang guru yang handal. Sudah bukan zamannya pola pengajaran dulu yang masih tradisional dengan sekarang yang sudah era globalisasi serba canggih menuntut guru untuk mampu menguasai dan memaksimalkan potensi yang ada dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi. Guru dengan berbagai fungsi yang disebut diatas juga dituntut untuk berfungsi sebagaimana laiknya guna pencapaian amanah UUD 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

    Majulah terus guru-guru di Indonesia, Guru Indonesia pasti bisa !!!

    BalasHapus
  2. Menurut saya, sikap professional tak hanya harus dimiliki oleh pendidik, namun oleh pesrta didik juga. Agar terjadi kesinambungan dalam proses belajar – mengajar. Sikap – sikap ini haruslah ditanamkan baik – baik oleh guru serta menanamkannya pula kepada peserta didik, karena saat ini sikap atau nilai – nilai budi pekerti pada peserta didik sudah mulai mengkhawatirkan. Pendidik hanya memberikan materi yang hanya akan menghasilkan berupa nilai semata namun tidak memberikan pula nilai – nilai budi pekerti. Untuk itulah pendidik harus memiliki sikap professional agar dapat memajukan dunia pendidikan di Indonesia atau bahkan ke dunia internasional.

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum...
    menurut saya guru dan siswa merupakan faktor penting dalam proses pendidikan.meskipun guru memang pintar tetapi jangan selalu merasa menjadi orang yang paling tahu,merasa murid hanya sebagai pendengar yang duduk diam tanpa ada keluhan.tipe guru seperti ini saat ini memang sudah mulai berkurang ,apalagi dengan adanya penerapan kurikulum baru yang menuntut siswa untuk aktif berperan dalam proses pembelajaran.satu hal lagi yang menurut saya masih kurang disadari oleh para guru,saya paham guru itu juga seorang manusia.tetapi ada beberapa guru yang sikap emosionalnya meluap-luap saat belajar,menampakkan dirinya itu sebagai seorang guru yang "killer" disegani oleh siswa.padahal menurut saya tidak perlu seperti itu,siswa yang ketakutan malah tidak bisa berfikir selama pelajaran berlangsung.dan pada akhirnya malah proses belajar mengajar tidak mendapatkan hasil yang optimal.

    BalasHapus
  4. Saya setuju jika sikap profesional guru dapat tertanam di dalam diri setiap guru yang sudah menyatu dalam diri setiap guru, itu berarti guru tersebut sudah memahami apa yang harus dilakukannya terhadap siswa - siswanya. tetapi kebanyakan guru-guru yang mengalami beberapa penyimpangan misalkan memaksakan kemampuan siswanya dalam belajar menggambar,jika siswa tersebut tidak bisa menggambar sebagus yang gurunya contohkan, maka siswa dikenakan denda berupa uang sebesar 5000 setiap kali melakukan kesalahan,dan pada suatu hari anak tersebut mempunyai uang pas-pasan untuk ongkos pulang,tetap saja guru tersebut memaksa memberikan uang sebesar itu untuk denda atas dia tidak bisa menggambar sebagus gurunya. Seharusnya guru tersebut tidak boleh memaksa anak tersebut karena setiap anak mempunyai potensi yag berbeda, dan secara langsung guru tersebut memungut pungli dari setiap muridnya.guru yang seperti itu harusnya pemerintah menindaklanjuti.

    BalasHapus
  5. Sikap adalah suatu gambaran kepribadian, pandangan, pendapat atau pendirian seseorang untuk menilai sesuatu persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya dalam menghadapi sesuatu. Seorang guru memang harus memiliki sikap yang professional dalam bertindak. Perilaku professional ini dapat membantu mewujudkan dunia pendidikan lebih baik lagi, mencapai tujuan pendidikan itu sendiri dan lebih berkualitas. Diharapkan para tenaga pendidik sekarang ini dapat memiliki sikap professional yang tinggi untuk mengahadapi teknologi yang ada dan memajukan pendidikan sekarang ini sampai seterusnya...

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum wr.wb.
    Seorang guru dituntut untuk bersikap professional terhadap muridnya, karena pada dasarnya setiap siswa itu memiliki karakter,kebutuhan dan potensi yang berbeda-beda. Siswa yang memiliki kemampuan auditorialnya lebih tinggi dari kemampuan visualnya harus mendapatkan perlakuan yang berbeda, begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memahami berbagai karakter siswa terlebih dahulu sebelum mulai mengajar, selain itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi dalam pengajaran yaitu : kompetensi pedagogic,kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi social. Harapan saya pemerintah harus memperhatikan kualitas guru dengan lebih sering mengadakan seminar, pelatihan, loka karya sehingga kualitas guru yang ada di setiap sekolah menjadi lebih baik.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    BalasHapus
  7. Guru merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah,maka setiap guru seharusnya memiliki sikap profesional sebagai seorang guru,sikap profesional yang dimiliki seorang guru juga harus dihubungkan dengan kesejahtreaanya. Sebagai ujung tombak di dunia pendidikan dengan guru sebagai tenaga profesional, pemerintah perlu memberikan penambahan penghasilan kepada guru seperti halnya tenaga – tenaga profesional-profesional lainnya seperti dokter, hakim, jaksa, akuntan dan lainnya. Tujuannya supaya mereka (guru) bisa bekerja dengan tenang dan fokus tanpa terbebani dengan berbagai masalah yang selama ini terus menghimpit mereka. Selama ini, guru sering terbeban karena penghasilannya yang sangat minim. Ini berarti guru perlu mendapat jaminan kesejahteraan hidup, jaminan hari tua, jaminan keamanan, jaminan keselamatan kerja dan jaminan bagi anak-anak mereka di semua jenjang pendidikan.

    BalasHapus
  8. Seorang guru yang profesional menurut saya adalah guru yang tidak begitu membedakan antara murid yang satu dengan yang lainnya, atau tidak pilih kasih,selain itu seorang guru yang profesional harus mengerti karakter dari murid-muridnya, bila mengajar tidak menggunakan kekerasan, dan bila ingin menjadi guru yang profesional, maka harus bisa menjaga image dalam berperilaku.

    BalasHapus
  9. Sikap profesional guru sangat dibutuhkan oleh para siswa karena dengan adanya sikap yang profesional guru dapat mengajarkan materi yang diajarkan dengan sebaik mungkin dan dapat ditangkap dengan mudah oleh siswa. Bila ada siswa yang tidak mengerti seharusnya sebagai guru yang memperlakukan siswa tersebut seperti orang bodoh tetapi harus mengajarkannya dengan perlahan dan apabila akan mengganggu siswa yang sudah mengerti, sebagai guru yang baik kita dapat memberikan pelajaran tambahan agar siswa tersebut dapat bertanya apa yang dia tidak mengerti dan kita mengajarkan kembali sampai siswa itu paham dengan materi yang kita ajarkan. Apabila siswa melanggar peraturan yang telah disepakatai bersama, guru seharusnya menghukum dengan hukuman yang bermanfaat bagi mereka, tidak dengan cara hukuman fisik. Sebagai pendidik harus memberikan teladan atau contoh yang baik bagi peserta didik dimanapun dan dalam situasi apapun. Pendidik pada saat memberikan materi memberikan nasehat-nasehat spiritual pada anak didik yang dapat memotivasi anak didik menjadi pribadi yang baik.

    BalasHapus
  10. Menurut saya, sebaiknya seorang pendidik memiliki sifat professional dalam kerjanya, agar gruru tersebut tau apa yang harus dia lakukan saat berhadapan dengan peserta didiknya. Sebaiknya guru tidak bersifat universal (menyama - ratakan ) kemampuan berfikir siswa. Karena pada kodratnya semua orang itu berbeda. Jadi sebaiknya guru memberikan perhatian eksklusif kepada peserta didik yang kemampuan berfikirnya di bawah rata – rata anak normal pada umurnya. Agar anak – anak yang lemah tersebut dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Sebaiknya guru juga memberikan sanksi yang sesuai dengan kesalahan siswa dan masuk akal. Sehingga anak tersebut menjadi jera dan tidak melakukan kesalahan itu lagi.

    BalasHapus
  11. Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia, kehadiran guru bagi peserta didik ibarat sebuah lilin yang menjadi penerang tanpa batas tanpa membedakan siapa yang diteranginya demikian pulan terhadap peserta didik. Tetapi, dalam mengemban amanah sebagai seorang guru, perlu kiranya tampil sebagai sosok profesional. Sosok yang memiliki ilmupengetahuan dan wawasan, sosok yang dapat memberi contoh teladan dan sosok yang selalu berusaha untuk maju,terdepan dan mengembangkan diri untuk mendapatkan inovasi yang bermanfaat sebagai bahan pengajaran kepada anak didik

    BalasHapus
  12. Guru haruslah mampu untuk bersikap profesional dimana saja guru tersebut berada. Ketika berada di sekolah guru harus bias bersikap sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pemberi nilai dari hasil pembelajaran anak didiknya, pengarah dalam pembelajaran dan juga sebagai pembimbing anak didiknya. Ketika berada dalam lingkungan keluarga, guru harus bias bersikap sebagai family educator yang memberikan pendidikan baik moral maupun spiritual kepada anak – anaknya di rumah. Sedangkan dalam masyarakat, guru harus bias bersikap sebagai pembina masyarakat ( social developer ), pendorong masyarakat ( social motivator ), pemberharu masyarakat ( social inovator), dan sebagai bagian dari masyarakat ( social agent ).

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum wr.wb.

    Setelah saya membaca artikel tentang sikap peofesional seorang guru, saya dapat menyimpulkan bahwa sikap merupakan suatu gambaran kepribadian seseorang melalui tanggapan fisik dan pikiran yang mempunyai 3 komponen : Sikap kognitif dan Afektif. Selain itu juga sikap mempunyai fungsi antara lain : fungsi instrumental, fungsi pertahanan ego, fungsi ekspresi nilai dan fungsi pengetahuan. Yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai sikap peofesional seorang guru. Semua guru yamg ada di Indonesia diharapkan mempunyai sikap yang profesional dalam mengajar. Pemerintah juga telah berusaha mewujudkan hal ini dengan cara seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkan melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Tetapi pada kenyataannya tidak terjadi demikian, pelaksanaannya terdapat berbagai kesalahan-kesalahan, Untuk mengatasinyahal ini maka guru profesional harus mempunyai 4 kompetensi.Untuk mengatasi perilaku guru yang menyimpang maka R.Tantiningsih dalam Wawasan 14 Mei 2005, menyiapkan tenaga pendidik yang profesional, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, dsb. Semoga dengan penjelasan di atas semua guru yang ada di Indonesia bersikap secara profesional.

    HIDUP DAN MAJU PENDIDIKAN INDONESIA!!!!

    Waalaikumsalam wr.wb.

    BalasHapus
  14. mengenai sikap profesionalisme guru
    setahu pengetahuan saya kata Guru diambil dari agama dharma dimana disitu terdapat kasta, sehingga memunculkan rasa sombong congkak dan sebagainya dan yang jelas sepertinya ada pembatas, jarak yang begitu lebar antara guru dengan siswa tidak seperti di era timur tengah 14 abad yang silam dimana tidak ada istilah guru atau siswa adanya hanya antara teman sahabat sang guru menyebut siswanya dengan sebutan sahabat, Dan cara mengajarnya dengan kelembutan dan perasaan penuh kasih sayang serta sangat ingin para sahabatnya menjadi maju. Begitu juga sebaliknya sang siswa dengan rasa hormat yang tinggi menyebut sang guru dengan sebutan namanya , wahai muhammad, wahai abdillah, wahai abdul qasim, wahai Musthafa. Dan yang terpenting sang Guru besar ini memberikan tauladan yang baik terhadap sahabatnya sang siswa, rendah hati, lembut perangainya, senang bertukar pikiran, selalu meminta ide, saran, dan koreksi dalam bermusyawarah, sedangkan apabila kita sebagai guru mau dikoreksi? yang jelas pd jaman ini yg ada adalah siswa takut untuk mengoreksi Semoga Guru Indonesia Memberikan tauladan yang baik sehingga dapat mencetak jiwa2 cemerlang dan ilmu yang bermanfaat, karena dengan ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu bekal dari 3 yang akan berpengaruh dikehidupan setelah hari tua.

    BalasHapus
  15. guru sebagai pengajar dan panutan para siswanya dituntut harus profesional, dalam arti memahami seluruh seluk beluk apa yang menjadi tugasnya. profesionalisme guru patut diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar. selain untuk menjamin mutu pendidikan yang akan dicapai, profesionalisme juga turut mempengaruhi jalanya perpindahan ilmu yang akan diterima oleh siswa. seorang guru yang tidak profesional bisa saja mengajar materi, tetapi belum tentu siswa paham dengan materi tersebut. namun guru yang profesional pasti tau bagaiman cara dalam menerangkan apa yang diajarkantya dan tau pula kira-kira seberapa besar tingkat pemahaman siswa. oleh karena itu, dalam rangka menjamin mutu pendidikan maka perlu diadakanya pengajaran terhadap guru-guru mengenai profesionalitasnya. salah satu yang sudah dilaksanakan adalah sertifikasi guru, cara itu dirasa tepat oleh dinas pendidikan. namun masih ada cara lain yang cukup efektif untuk meningkatkan profesionalisme pada guru, yaitu meberikan pemahaman dahulu kepada guru dilingkupnya dahulu, yaitu sekolah masing-masing. dimana setiap guru mempunyai peran aktif dalam mengawasi dan menjalankan profesionalitas dalam kegiatan belajar mengajar. menurut saya cara ini lebih efektif dan tepat sasaran, karena guru diajarkan tentang profesionalisme dari lingkup yang terkecil dahulu kemudian bertahap kepada profesionalisme yang bisa dipertanggungjawabkan atau melalui sertifikasi guru.

    BalasHapus
  16. Sikap profesional guru amat sangat perlu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap sikap dan perilaku guru. Kesiapan tenaga pendidik yang benar-benar professional dan mampu menghargai siswa secara manusiawi dibutuhkan agar guru tidak bertindak semena-mena terhadap siswa. Budi pekerti seorang guru haruslah baik dan dapat dijadikan teladan yang baik untuk para siswa. Interaksi antara guru dan siswa amat sangat penting agar terjadi saling ketergantungan dan saling keterikatan antara guru dan siswa. Namun hubungan ini dapat dimaknai secara profesional agar tidak terjadi penyimpangan dan hal-hal lain yang tidak diiginkan.

    BalasHapus
  17. Menjadi seorang guru yang berkualitas dan profesional tidaklah mudah. Apalagi bila tidak didukung oleh kondisi yang kondusif (tingkat kesejahteraan yang memadai dan mekanisme kontrol proses pendidikan yang efektif. Tingkat kesejahteraan guru di Indonesia sangat memperihatinkan, hanya setara dengan kondisi guru di negara miskin di Afrika. Di negara maju, gaji guru umumnya lebih tinggi dari pegawai yang lain, sementara di Indonesia sebaliknya. Di Singapura, para guru selalu mendapatkan pelatihan dalam bidang pengetahuan dan keterampilan baru yang diperlukan oleh guru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap tahun mereka mendapatkan hak untuk memperoleh in service training selama 33 jam.
    Untuk bisa menjamin terjadinya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa ini mau tidak mau ke depan harus meningkatkan meningkatkan kualitas guru dengan meningkatkan jenjang pendidikan guru, meningkatkan kesejahteraan guru, membudayakan membaca bagi guru, guru harus proaktif dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing dan teknologi, serta penegakan hukum dalam pelaksanaan program-program peningkatan profesional guru.

    BalasHapus
  18. Guru harus mampu memberikan contoh sikap dan perilaku yang baik pada peserta didik agar dapat menjadi panutan. Sikap profesional guru dapat memotivasi setiap siswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Tetapi jarang dalam kenyataannya seorang guru bersikap seperti itu, yang ada guru bersikap otoriter, sehingga membuat siswa, enggan untuk berkonsultasi dan bertanya pada guru baik itu masalan pelajaran atau hal – hal lain yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Guru juga kan manusia yang tidak luput dari salah dan lupa, sehingga hendaknya guru mau menerima kritik dan saran dalam rangka meningkatkan sikap professionalnya.

    BalasHapus
  19. assalamualaikum wr.wb.
    Guru merupakan tenaga profesional yang melakukan tugas pokok dan fungsi meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi peserta didik. menjadi seorang guru profesional pun tidaklah mudah hal ini karena seorang yang profesional pun harus memiliki kepribadian pada sikap dan tingkah laku baik serta dapat mengambil segala keputusan dengan lebih optimal srta diiringi daya pikir.jadi menurut saya sikap profesional guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan, karena itu profesi guru perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat yang dapat dilakukan sebagai tujuan pendidik agar peserta didiknya dapat mencontohkan perilaku serta dapat manfaat dan hikmah yang dapat diambil dari apa - apa yang telah diajarkannya.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  21. Sikap profesional seorang guru adalah kemampuan atau keahlian yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pendidik atau guru. Sikap professional seorang guru sangat diperlukan dalam menghadapi pendidikan di era global ini. Tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, mengasuh, membimbing dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Sikap profesional seorang guru mutlak diperlukan karena guru adalah sebagai panutan, sebagai suri teladan yang baik. Ada pepatah yang mengatakan bahwa guru kencing berdiri murid kencing berlari. Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan. Misalnya guru yang terlalu memberi tekanan kepeda peserta didiknya, sikap guru yang galak, tidak memahami keadaan peserta didik dll. Sehingga akan mengakibatkan hubungan antara guru dan siswa yang semula saling membutuhkan akan berubah menjadi hubungan yang saling acuh tak acuh, tidak membahagiakan dan membosankan.

    BalasHapus
  22. Guru selain menjadi seorang pengajar juga diharapkan dapat memberikan contoh yang baik pada anak didik. Karena pada zaman sekarang, tidak hanya kecerdasan Intelegen, tetapi juga anak didik diharapkan memiliki kecerdasan emosional yang baik. Dan karena guru merupakan orang tua pada saat anak didik berada di jam pengajarannya, guru diharuskan juga memiliki kapasitas yang memadai guna menjadi contoh yang baik bagi para anak-anak didiknya. Karena pada umumnya anak-anak akan mengikuti sikap-sikap dan perbuatan orang tua yang berada di sekitarnya, jadi sangat mungkin bila seorang tidak bersikap profesional di depan anak didiknya, maka anak tersebut akan mengikuti hal tersebut, dan selanjutnya akan mempengaruhi perilaku dan sikap anak didik tersebut dalam kehidupannya di masa datang. Coba bayangkan bila ada 1 saja guru yang tidak bersikap profesional di tiap sekolah di Indonesia, dan tanpa disadari ditiru oleh anak didiknya. Pasti sangat merugikan bukan...

    BalasHapus
  23. mungkin kita bebagai peserta didik sangat menginginkan di derikan pendidikan oleh seorang guru atau dosen profesional, yang membuat kita semangat mengikuti proses belajar atau perkuliahan. Tetapi pada kenyataannya kita kadang-kadang suka merasa kecewa dan jenuh ketika mengikuti proses belajar atau perkuliahan yang bersifat konvensional yang diberikan oleh seorang guru atau dosen, misalnya seorang guru datang hanya memberikan materi dan ujian.
    Menurut saya seorang guru atau dosen harus dapat memenuhi beberapa kriteria seperti yang disebutkan pada uraian diatas,seperti mengerti metode yang berhubungan dengan pengukuran sikap dan empat kompetensi yang ada dalam undang-undang dosen dan guru, serta mengerti 16 pilar pembentukan karakter seorang guru
    Saya rasa bila seorang guru atau dosen dapat menguasai kriteria-kriteria diatas. Maka dia dapat menjadi guru yang profesional.

    BalasHapus
  24. Endah Prihatiningsih
    No.Reg : 5215079451
    TEHNIK ELEKTRONIKA
    sikap profesioanal guru sangat diperlukan oleh siswa peserta didik karena guru adalah pengajar dan orang tua kita disekolah.Dan untuk menjadi guru yang profesional maka sangat dibutuhkan : tiga komponen yang terdiri atas:1.Komponen kognitif,berkaitan dengan pengetahuan, pandangan,dan keyakinan tentang objek.2.Kompo nen afektif,terdiri dari seluruh perasaan atau emosi seseorang terhadap sikap.3.Komponen kona tif,Komponen ini merupakan kecenderungan seseorang untuk bereaksi, bertindak terhadap objek sikap.Untuk menjadi guru yang ditauladani maka objek sikap dari masing - masing individu akan dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, keyakinan, proses belajar, dan hasil proses.Untuk membentuk sikap dan perilaku guru yang profesional Pemerintah sering melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkan melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi.Selain itu Guru juga dapat sebagai panutan hendaknya menjaga image dalam bersikap dan berperilaku.Dan untuk dapt terbentuknya guru yang profesional maka guru juga harus dapat mengajar dengan hati dan kedua belah pihak harus dapat berinteraksi dengan baik yaitu antara guru dengan siswa peserta didik dalam menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. yaitu dalam pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain: (1) kasih sayang, (2) penghargaan, (3) pemberian ruang untuk mengembangkan diri, (4) keperca yaan, (5) kerjasama, (6) saling berbagi, (7) saling memotivasi, (8) saling mendengarkan, (9) saling berinteraksi secara positif, (10) saling menanamkan nilai-nilai moral, (11) saling mengingatkan dengan ketulusan hati, (12) saling menularkan antusiasme, (13) saling menggali potensi diri, (14) saling mengajari dengan kerendahan hati, (15) saling menginsiprasi, dan (16) saling menghormati perbedaan.Tujuan dari Pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa.Dan untuk menghasilkan kualitas guru yang profesional maka seorang pendidik akan mampu membawa dunia pendidikan lebih berkualitas. Dengan demikian diharapkan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

    BalasHapus
  25. AGUNG PRASETYO RINALDI
    NO.REG.5215077530
    PNRS1ELEKTRONIKA

    Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab dan rasa kesetiakawanan yang didukung oleh etika profesi yang kuat.
    Untuk itu hendaknya guru memiliki kualifikasi kompetensi yang meliputi kompetensi intelektual, sosial, spiritual, pribadi, moral dan profesional.
    Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggungjawab sebagai guru kepada peserta didik, orangtua, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
    Kualitas profesionalisme didukung oleh lima kompetensi yang terdiri atas:
    Pertama, keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal.
    Kedua, meningkatkan citra dan memelihara citra profesi.
    Ketiga, keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilan.
    Keempat, mengejar kualitas dan cita-cita profesi.
    Kelima, memiliki kebanggaan terhadap profesinya.

    Pada dasarnya untuk dapat mewujudkan profesionalisme guru akan sangat bergantung pada kualitas pribadi sesuai dengan keunikan dan kelebihan maupun kekurangan masing-masing.

    BalasHapus
  26. Febry Listiawan
    5215070250
    elektro

    Saya setuju sikap prpfesionsl itu ditekankan pada setiap guru karena sikap profesioanal guru sangat diperlukan oleh siswa peserta didik karena guru adalah pengajar dan orang tua kita disekolah
    Dan untuk dapt terbentuknya guru yang profesional maka guru juga harus dapat mengajar dengan hati dan kedua belah pihak harus dapat berinteraksi dengan baik yaitu antara guru dengan siswa (peserta didik) dalam menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. Dan dalam pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain:saling mengingatkan dengan ketulusan hati,kerjasama dan saling berbagi kasih sayang dan saling percaya, saling berinteraksi secara positif.

    BalasHapus
  27. Jaka Mulyadi PNR Elka (5215077524)

    Guru adalah sebuah profesi yang bertugas untuk membina, membimbing dan mendidik siswa dan siswi. Guru yang professional adalah guru yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan sesuai dengan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru. Alangkah baiknya jika semua guru-guru kita bisa bersikap professional dalam menjalankan tugasnya.
    Tetapi hal tersebut tidaklah mudah, karena lagi-lagi masalah kesejahteraan yang masih menghantui kehidupan guru. Jika saja setiap guru memiliki tingkat kesejahteraan yang merata, maka bukanlah tidak mungkin jika sikap professional guru dapat tercapai. Sehingga proses belajar mengajar yang baik dapat terlaksana dengan baik pula dan pada akhirnya akan menghasilakan kualitas pendidikan yang merata dan berkualitas baik.
    Untuk itulah, pemerintah sudah seharusnya memperhatikan guru-guru di Indonesia, baik yang berada dikota maupun yang jauh di pedalaman, agar terjadi pemerataan kualitas guru di seluruh Indonesia.

    BalasHapus
  28. FATHURACHMAN
    PNR Teknik Elektronika 07
    5215077526

    sikap professional guru adalah suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek.guru professional dapat menyajikan dan memberikan respondennya yang dilakukan secara tertulis untuk memungkinkan individu yang menyatakan sikap secara lebih jujur agar dapat proses belajar mengajar yang baik dapat terlaksana dengan baik pula dan pada akhirnya akan menghasilakan kualitas pendidikan yang merata dan berkualitas baik yang sesuai dengan pengukuran sikap professional guru.
    sikap dan prilaku guru professional harus dipantau untuk tidak terjadinya penyimpangan dari sikap guru tersebut.

    BalasHapus
  29. fahmi amran
    pnr elektronika 07
    5215077528

    assalammualaikum wr.wb
    kalo menurut pendapat saya, saya sangat setuju sekali dengan dengan guru yang sikap dan perilaku guru yang profesional karena untuk meningkatkan kualitas guru Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan namu Guru adalah sebuah profesi yang bertugas untuk membina, membimbing dan mendidik siswa dan siswi,Alangkah baiknya jika semua guru-guru kita bisa bersikap professional dalam menjalankan tugasnya.Untuk itulah, pemerintah sudah seharusnya memperhatikan guru-guru di Indonesia.
    wassalam

    BalasHapus
  30. Ade setiawan
    5215077547
    PNR ELEKTRONIKA 07'

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Kemampuan profesional seorang guru sanga dibutuhkan sebagai penyelenggara pendidikan yaitu bertanggung jawab dalam menciptakan suatu situasi belajar mengajar yang baik, sehingga dapat melaksanakan suasan pembelajaran dengan baik dan peserta didik dapat belajar dengan tenang. Di samping itu, guru dituntut untuk dapat bekerja sama dengan guru-guru lainnya serta atasannya, dalam hal ini kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang terlalu berorientasi pada tugas pengadaan sarana dan prasarana dan kurang memperhatikan guru dalam melakukan tindakan, dapat menyebabkan guru sering melalaikan tugas sebagai pengajar dan pembentuk nilai moral.Hal ini dapat menumbuhkan sikap yang negatif dari seorang guru terhadap pekerjaannya di sekolah, sehingga pada akhirnya berimlikasi terhadap mutu pendidikan dan prestasi siswa di sekolah.

    BalasHapus
  31. Nama: Danu Purwanto
    No.reg:5215077529
    Pendidikan S1Teknik Elektronika 2007

    Sikap Profesional Guru menurut saya ketika dimana seorang guru dapat mengabdi secara ihklas sepenuhnya terhadap dunia pendidikan, seorang guru harus dapat membedakan situasi saat sedang dirumah atau saat mengajar,serta seorang guru memahami ketika ada masalah dirumah jangan dibawa-bawa kesekolah.meskipun diIndonesia masih banyak guru-guru yang terhitung guru honorer, tunjukansikap bahwa seorang guru adalah pahlawan tanpatanda jasa.

    BalasHapus
  32. Nama : Ramadani Arifin
    No Reg : 5215 08 5055
    Program : Non regular

    Komentar tentang “Sikap Profesional Guru”

    Saya kira artikel ini bagus untuk masukkan cagur-cagur di seluruh Indonesia (cagur-calon guru), Bisa mempelajari sikap-sikap yang di utarakan oleh para ahli di bidangnya. Dan dapat merubah atau intropeksi sikap guru yang selama ini tidak sadar bahwa selama mengajar melakukan perbuatan yang melanggar dari kasus–kasus yang dikemukakan pada artikel ini. Memang pada dasarnya manusia tidak lepas dari kesalahan, karena manusia adalah makhluk social. Di Negara kita pada umumnya, kualitas atau mutu sikap guru kita masih rendah di bandingkan dari Negara lain. Karena mungkin, tidak sesuai dengan 16 pilar yang dikemukakan oleh Danni Ronnie M antara lain: (1) kasih sayang, (2) penghargaan, (3) pemberian ruang untuk mengembangkan diri, (4) kepercayaan, (5) kerjasama, (6) saling berbagi, (7) saling memotivasi, (8) saling mendengarkan, (9) saling berinteraksi secara positif, (10) saling menanamkan nilai-nilai moral, (11) saling mengingatkan dengan ketulusan hati, (12) saling menularkan antusiasme, (13) saling menggali potensi diri, (14) saling mengajari dengan kerendahan hati, (15) saling menginsiprasi, dan (16) saling menghormati perbedaan. Sehingga faktor penyebab sikap dan perilaku guru menyimpang mungkin, bisa diatasi. Kalau boleh tambah saran, pada saat test masuk menjadi guru, test psikologi cagur dan buat surat pernyataan untuk tidak berbuat yang menyimpang selama KBM, karena mungkin, menjadi batasan guru untuk tidak berbuat sikap yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Dan usahakan pemerintah menyediakan pelatihan kompetensi guru, guna meningkatkan kualitas guru serta kesejahteraan guru agar kebutuhan ekonomi keluarganya mencukupi. Dan yang terakhir adalah menerapkan system agama yang berlaku di Indonesia untuk sekolah yang bersangkutan, khusus untuk guru itu sendiri atau murid-murid. Agar tidak terjadi penyimpangan terhadap guru amatir maupun professional terhadap murid-muridnya. Dan menurut saya, ini lebih baik dari pelajaran budi pekerti. Dan agama itu nasihat. Tanpa nasihat, suatu Negara adidaya pun tak akan harmonis tanpa nasihat yaitu agama.

    BalasHapus
  33. Nama : Eko budiono
    No. Reg : 5215077520
    Program : PNR Pendidikan Teknik Ektronika 2007

    Menurut saya Guru baru dapat dikatakan profesional apabila dia bisa menyampaikan pelajaran dengan baik kepada siswanya dan siswanya tersebut dapat menerima pelajaran yang baru disampaikan oleh gurunya tersebut, selain itu guru harus bisa bersikap adil pada siswanya dan yang perlu dan wajib dimiliki guru adalah guru harus memiliki dua kepribadian, maksud dari dua kepribadian adalah guru harus bisa memilah-milah antara urusan kelarga atau urusan di luar sekolah dengan urusan sekolah sehingga hal tersebut tidak akan mengganggu proses belajar-mengajar.

    BalasHapus
  34. yudha dharmawan
    pnr s1 tek.elektronika unj 07
    5215077539



    dari artikel tersebut dapat saya tambahkan bahwa setiap guru wajib menjaga profesionalitasnya dengan menjaga sikapnya.tanpa profesionalitas kinerja guru tersbut akan dipandang remeh oleh orang.guru yang profesional adalah guru yang mampu menerapkan disiplin menyampaikan materi pelajaran dan dapat di pahami bagi siswa yang di ajarnya.oleh karna itu sebagai guru dalam menjaga profesionalitas harus menjadi tauladan yang baik bagi muridnya

    BalasHapus
  35. Unia Diyan Margi Utami No.Reg 5215079448
    Sikap profesional harus ada pada setiap pendidik.Profesional dalam memberikan materi,profesional dalam bersikap dan profesional dalam tingkah laku.Dengan sikap profesional maka guru bisa memberikan ilmu dengan baik kepada para siswanya.Diharapkan jika guru bersikap profesional maka tidak hanya siswa tetapi masyarakat luas dapat memberikan penilaian yang profesional pula.

    BalasHapus
  36. REdi Hermawan
    5215077541
    PNR Pendidikan Teknik Elektronika

    profesional sering diartikan sebagai suatu ketrampilan teknis yang berkualitas tinggi yang dimiliki oleh seseorang. Secara lebih luas profesional tidak hanya sekedar berkualitas tinggi tetapi juga mempunyai makna tanggung jawab (responsibility), baik tanggung jawab intelektual maupun tanggung jawab moral. Dengan demikian, seorang guru dikatakan profesional bila guru tersebut memiliki kualitas mengajar yang tinggi, dan melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab

    BalasHapus
  37. IRFAN MUBAROK
    5215077548
    PNR ELEKTRONIKA 07

    Seorang dosen, seorang guru dan seorang karyawan butuh adanya peraturan dan pemimpin yang tegas dan benar dalam menetapkan seluruh perintah dan kebijakannya. Kerena hal ini menyangkut kepercayaan dan sikap mental tegas untuk memajukan institusi organisasi. Kelajiman diinstitusi pendidikan yang masih meenganut manajemen keluarga, peranan pemilik institusi begitu dominan dalam pengendalian sebuah kebijakan institusi akademis, terkadang melupakan nilai profesionalisme yang justru hal inilah salah satu penyebab jatuh dan mundurnya sebuah perguruan tinggi.

    BalasHapus
  38. Nama: Giyanto
    No reg: 5215077523
    Prodi: PNR S1 PEND TEKNIK ELEKTRONIKA

    Menurut saya menjadi seorang guru tidaklah mudah guru harus bisa menjadi suri tauladan bagi siswanya serta dapat mensuport siswanya dalam kegiatan belajar mengajar yang paling penting saat menjadi seorang guru kita harus bisa bersikap adil kepada siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman antara guru dan siswa.

    BalasHapus
  39. Lingga Trihasta S
    5215077546
    PNR ELEKTRONIKA 07

    Assalamualaikum

    “PROFESI guru adalah sangat mulia, profesi luhur yang patut kita berikan penghormatan dan penghargaan yang setingginya. Mudahan – mudahan dengan pencanangan ini kita dapat meningkatkan harkat dan martabat guru sebagai pejuang tanpa akhir.” dari sinilah seorang guru di tuntut memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara serta memberikan loyalitas yang tiinggi terhadap bangsa dan negara

    BalasHapus
  40. YULIANTO
    5215077536
    PNR ELEKTRONIKA 07

    Peran Guru sebagai pendidik yang professional memiliki tugas utama mulia yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Untuk itu dibutuhkan peningkatan professional secara terus menerus dari guru tersebut.

    BalasHapus
  41. Menurut saya sikap profesionalisme seorang guru mempunyai peran penting dalam kegiatan belajar-mengajar, karena guru disini dituntut untuk menjadi contoh baik bagi anak didiknya, sehingga sikap seorang guru sangat berpengaruh bagi anak didiknya. Jadi bagi para guru maupun calon guru harus benar-benar lebih memperhatikan lagi sikap profesionalnya sebagai guru, mulailah dari hal yang kecil, dari cara berpakaian, bepenampilan, cara berbicara, sikap seorang guru di dalam kelas dan diluar kelas, karena dari hal kecil tersebut dapat membentuk karakter seseorang guru tampak lebih berwibawa, belum lagi ditambah dengan sikap profesionalnya dalam penilaian, cara penyampaian materi kepada peserta didik dan cara berkomunikasi dan berinteraksi kepada pesrta didik. Semua menjadi satu kesatuan dalam sikap profesional guru agar dapat membuat guru menjadi profesional dan bermental jujur, berakhlak yang baik, dan menjadikan image seorang guru menjadi seseorang yang harus lebih dihormati dan dihargai lagi.

    BalasHapus
  42. Guru yang yang mempunyai kompetensi yang baik pastilah mempunyai sikap profesionalisme yang baik.Mangkanya sekarang pemerintah mengadkan sertifikasi Guru yang menuntut agar guru mejadi profesional dibidangnya masing-masing.

    BalasHapus
  43. Nama : Wawan sari
    No.reg : 5215077534
    PNR S1 Elektronika 07

    Menurut saya, guru professional adalah guru yang mampu menguasai materi pelajaran dengan baik kemudian mampu menyampaikan materi tersebut kepada siswa secara baik pula serta memiliki kepribadian yang baik yang dapat di teladani oleh siswa-siswanya. Sekarang ini banyak orang yang ingin memperoleh pekerjaan sebagai guru. Akan tetapi mereka hanya menginginkan gaji yang besar namun mereka tidak memiliki potensi atau sifat sebagai mestinya guru. Mereka mungkin tidak memahami bahwa selain menguasai materi pelajaran dan mampu menyampaikannya. Seorang Guru harus memiliki kepribadian yang sangat-sangat baik. Hal itulah dan tidak dimiliki oleh orang-orang tersebut. Untuk itu pemerintah dan sekolah-sekolah harus dapat menyeleksi calon guru-guru tersebut dengan baik.

    BalasHapus
  44. Aditya_triantoro
    PNR Elektronika 07
    5215077538
    Assalammualaikum Wr.Wb
    Menurut pendapat saya terhadap kepribadian atau sikap seseorang itu bukan hal yang mudah untuk di ketahui. Karena sikap yang dimiliki setiap orang berbeda-beda pendiriannya untuk memahami suatu persoalan dengan penilaian secara perasaan positif dan negatif.Dengan sikap yang negatif yang dimiliki setiap seseorang inilah adanya penyimpangan.Penyimpangan memang sering terjadi pada setiap seseorang termasuk gur. guru juga manusia biasa,dimana guru pernah melakukan penyimpangan terhadap muridnya.mungkin ini disebabkan ada faktor yang tidak bisa guru kendalikan yaitu faktor hawa nafsu yang mengakibatkan kemauan dan pikirannya tidak terkendali. Untuk itu, guru harus dapat mengendalikan faktor yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan terutama hawa nafsu. Dengan mengendalikan hawa nafsu,kemauan dan pikiran dapat dikendalikan.
    Wassalammualaikum Wr.Wb.

    BalasHapus
  45. HOTMA TIOPAN SIMANJUNTAK
    5215077543
    PNR ELEKTRONIKA 07

    adanya persyaratan profesionalisme guru, perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan profil guru Indonesia yang profesional di abad 21 yaitu sebagai berikut:
    1) memiliki kepribadian yang matang dan berkembang;
    2) penguasaan ilmu yang kuat;
    3) keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan teknologi; dan
    4) pengembangan profesi secara berkesinambungan. Keempat aspek tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dan ditambah dengan usaha lain yang ikut mempengaruhi perkembangan profesi guru yang profesional.
    Dimensi lain dari pola pembinaan profesi guru yang perlu dikembangkan, adalah mencakup:
    1) hubungan erat antara perguruan tinggi dengan pembinaan SLTA;
    2) meningkatkan bentuk rekrutmen calon guru;
    3) program penataran yang dikaitkan dengan praktik lapangan;
    4) meningkatkan mutu pendidikan calon pendidik;
    5) pelaksanaan supervisi;
    6) peningkatan mutu manajemen pendidikan berdasarkan Total Quality Management (TQM);
    7) melibatkan peran serta masyarakat berdasarkan konsep linc and match;
    pemberdayaan buku teks dan alat-alat pendidikan penunjang;
    9) pengakuan masyarakat terhadap profesi guru;
    10) perlunya pengukuhan program Akta Mengajar melalui peraturan perundangan; dan
    11) kompetisi profesional yang positif dengan pemberian kesejahteraan yang layak.

    BalasHapus
  46. Nama:M.goeltom
    5215077518
    PNR s1 Elektronika 07

    Menurut saya sikap profesional guru adalah jika guru itu mempunyai kriteri-kriteri sebagai guru sebagai contoh misalnya ada papatah menhatakan guru adalah pahlawan tanda tanpa jasa kalimat tersebut bukan merupakan sesutu kalimat khiasan akan tetapi kalimat inilah guru-guru harus berpegang teguh terhadap klaimat tersebut.dan guru juga harus mempnyai ahklak yang mulia disamping itu berpengalaman dan berkompoten terhadap apa yang sesuai dengan bidangnya masing-masing,juga guru dapt bersosialisasi dengan lingkungan maupun diluar lingkungan agar terciptanya bahwa yang dikatakan sikap dan profesional guru itu terjaga dengan baik.

    BalasHapus
  47. Rendi Irwanto
    5215077533
    PNR Pend.Tekhnik Elektronika 2007


    Pendidikan dan perangkatnya seakan tak akan usang untuk selalu dibahas bahkan “digosipkan”. Mengalir mengikuti ruang dan waktu dan tak akan tahu di mana akan berakhir. Namun muaranya tetap jelas, bahwa pendidikan adalah kebutuhan asasi manusia. Dan pendidikan pada hakekatnya adalah kehidupan itu sendiri; mulai dari kelahirannya sampai kematiannya. Itulah makanya bayi yang baru lahir kemudian diadzani dan ketika ( menjelang ) meninggalpun harus ditalqin. Sehingga ada kata-kata bijak yang mengatakan bahwa dalam setiap kejadian ada hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dan layak dijadikan guru.

    BalasHapus
  48. Fitri Rahayu
    5215077535
    PNR Pend. tek. elka 07

    Guru harus menyatukan kebiasaan yang mengagumkan untuk bertindak secara efesien dalam dunia kepribadian yang kecil dan tanpa batas dari muried mereka.
    Setiap kebiasaan yang diterapkan oleh pendidik dapat menyumbang pada perkembangan karakteristik dasar dari kepribadian anak muda.
    Menjadi pendidik yang diatas rata-rata jika ingin membentuk manusia yang cerdas dan bahagia, mampu bertahan dalam masyarakat. Seorang pendidik yang hebat bukanlah seorang yang mempunyai ketenangan untuk mengosongkan diri dan mempunyai kepekaan untuk belajar.
    Karna fungsi guru yang utama adalah mampu bertindak sebagai mediator dan motifator peserta didik agar tujuan dari pembelajaran tersebut dapat sesuai dengan apa yang diharapkan.

    BalasHapus
  49. Asep Syaefudin
    5215077531
    PNR S1 Pend.tek.elka
    menurut saya, untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki beberapa kriteria sbb:
    1) Kemampuan penguasaan materi/ bahan pelajaran;
    2) Kemampuan perencanaan program proses belajar-mengajar;
    3) Kemampuan pengelolaan program belajar-mengajar;
    4) Kemampuan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar;
    5) Kemampuan penggunaan media dan sumber pembelajaran;
    6) Kemampuan pelaksanaan evaluasi dan penilaian prestasi siswa;
    7) Kemampuan program bimbingan dan penyuluhan;
    8) Kemampuan dalam pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar siswa; dan
    9) Kemampuan pelaksanaan administrasi kurikulum atau administrasi guru.

    BalasHapus
  50. Niwan(5215077537)
    PNR Pend. Teknuk Elektronika 07

    Guru adalah pendidik yang sangat di butuhkan dalam mencetak manusia yang berkualitas. Contoh sederhana saja Orang bisa jadi guru prafesional , bisa jadi ilmuwan, jadi dokter dan lain-lain adalah berkat jasa seorang guru.Oleh karena itu Guru dituntut untuk profesional, kompeten, dan menguasai ilmu dalam bidangnya.Banyak yang di lakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru misalnya dengan adanya sertivikasi guru, seminar dan lain-lain.Namun pada kenyataannya kesejahteraan guru masih kurang.Rendahnya upah yang atau gaji yang diterima guru sangat berpengaruh pada profesional guru, sikap dan prilaku seorang guru.Hal itu sangat logis bagaimana guru akan fokus mengajar apabila kesejahteraan guru kurang,Banyak kita temui guru mempunyai kerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dalam hal ini maka pemerintah perlu memperhatikan hal itu.

    BalasHapus
  51. Menurut Pendapat Saya,
    Seorang Guru adalah merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki peran penting yang sangat besar terhadap keberhasilan siswa pada pembelajaran di sekolah,maka setiap guru seharusnya memiliki sikap profesional sebagai seorang guru. Kemudian, Seorang guru yang profesional menurut saya adalah guru yang tidak begitu membedakan antara murid yang satu dengan yang lainnya, atau tidak pilih kasih, selain itu seorang guru yang profesional harus mengerti karakter dari murid-muridnya, bila mengajar tidak menggunakan kekerasan, dan bila ingin menjadi guru yang profesional, maka harus bisa menjaga image dalam berperilaku.

    BalasHapus
  52. Hermanudin
    5215079443

    Guru sebagai profesi hendaklah memiliki sikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Sikap ini dapat tercermin secara mental dan emosional.
    Guru yang profesional mampu menjalankan tugasnya secara teoritis, terorganisasi/terstruktur dan mampu membangun interaksi secara efektif dan efisien baik dengan siswa, rekan guru, orang tua murid dan masyarakat.

    Dalam kegiatan pembelarajan pun guru harus mampu membangun kompetisi yang sehat untuk para peserta didik dan tidak berlaku diskriminatif yaitu berlaku tidak adil kepada peserta didik.

    BalasHapus
  53. nazarudin
    5115046513

    Seorang anak adalah ibarat kertas putih, tergantung bagaimana orang tua atau pendidik menaruh goresan atau tulisan di atasnya. Jadi seorang anak didik dapat dibentuk baik dari segi kognitif, afektif maupun konatifnya, akan tetapi kita sebagai pendidik atau orang tua harus menyadari bahwa anak didik diciptakan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing baik itu dari segi fisik maupun psikis. Agar pendidikan mampu menyentuh aspek kognitif, afektif dan konatif dari peserta didik maka pendidik harus mampu memilih cara/metode mengajar yang sesuai bagi masing-masing karakter dan kondisi dari peserta didik tanpa harus memaksakan kondisi dari peserta didik. Saya sangat setuju adanya lembaga sertifikasi untuk calon guru/pendidik, karena pendidik nantinya diharapkan bukan hanya mampu menguasai bidang yang diajarkan tetapi diharapkan mampu mengkombinasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan metode pengajaran yang benar dan tidak menyimpang.

    BalasHapus
  54. sikap profesionalisme guru merupakan kunci sukses dari keberhasilan pendidikan Indonesia, guru sebagai profesi yang mulia harus ditunjang dengan keikhlasan dan profesional. dengan adanya perbaikan-perbaikan tingkat kesejahteraan guru semestinya guru sudah harus bersigap diri untuk bersikap profesional. profesionalisme guru harus diwujudkan dengan persiapan mengajar yang baik diantanya membuar RPP, bahan ajar dan kelengkapan lainnya, datang tepat waktu, mengajar dengan niat tulus.

    BalasHapus
  55. Nur Cahyadi Sunanta
    5115046511
    Seorang guru harus mampu menempatkan diri diberbagai tempat dan keadaan,baik dilingkungan sekolah atau dilingkungan masyarakat sekitar,jadi seorang guru harus berusaha bersikap dan berperilaku sopan untuk manjaga nama baik dan kehormatannya.

    BalasHapus
  56. Tri Novianti
    8135072766
    pend.tata niaga reg 2007

    profesionalisme merupaka sikap dari seseorang profesional, sebuah pandangan untuk selalu bersikap bekerja keras dengan sungguh-sungguh, kerja keras, sepenuh waktu, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi untuk enyelesaikan pekerjaan.

    BalasHapus
  57. umi karolina
    tn reg 07
    8135072773
    menurut saya sikap profesional tidak hanya dilakukan untuk tenaga kependidikan saja,tetapi setiap suatu pekerjaan dibutuhkan profesionalisme.. tidak juga guru tetapi peserta didikpun harus bersikap profesional..memang sangat dibutuhkan sikap profesional pada guru guna memberi contoh kepada peserta didiknya

    BalasHapus
  58. Ichwan Septiadi
    Pend. Tata Niaga'07
    8135072781

    Ass.,
    Maaf pak, ternyata setelah saya membaca artikel bapak di atas, saya baru menyadari bahwa Profesionalisme itu merupakan poin penting di dalam kehidupan. Apalagi seperti profesi guru yang memang harus memiliki berbagai komponen seperti afektif dan kognitif. Yang juga harus dilengkapi dengan kompetensi - kompetensi seperti pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional itu sendiri. Tetapi menurut saya alangkah baiknya lagi apabila ditambah dengan kemampuan improvisasi. Mengapa??
    Karena banyak guru yang tidak tahu seperti apa psikologis dari murid - murid, sehingga pada suatu saat nanti apabila terjadi hal - hal yang di luar prediksi, si guru dapat mengatasinya dengan melakukan improvisasi yang baik. Dan itu akan membuat citra guru menjadi lebih cerdas,dan tidak terkesan guru pekerjaanya hanya mengajar, mengajar, dan mengajar.

    BalasHapus
  59. Triwibisono. I
    TN reg 07
    8135072779

    Guru adalah seorang pendidik yang mencetak pemuda – pemudi sebagai generasi penerus bangsa. Guru haruslah bersikap professional dalam menjalankan tugasnya yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Ditangan guru lah, masa depan suatu bangsa akan cerah

    BalasHapus
  60. Fitri Amelia
    Pend.Tata Niaga Reg 07
    8135072765

    Sikap profesionalisme tidak hanya diperlukan oleh profesi seorang guru saja, namun karena dasar dari profesi seorang guru adalah untuk mendidik dan menjadikan SDM yang kompeten baik dari segi intelektual,moral,agama maunpun sosial. Karena denga profesionalisme seseorang dapat mencintai dan menjalankan profesinya dengan sebaik-baiknya tanpa menginginkan sedikitpun kesalahan. Untuk itulah sikap profesional seorang guru sangatlah dibutuhkan bahkan tidak dapat diabaikan begitu saja. Mengingat profesi seorang guru membutuhkan kompetensi seperti afektif dan kognitif. Profesionalisme guru juga dapat mempegaruhi proses penalaran dan daya tangkap seorang guru terhadap permasalahan yang dihadapi menyangkut profesinya. Dengan sikap profesinal, guru dapat membimbing dan mendidik peserta didik dengan baik dan tanpa adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

    BalasHapus
  61. dewi setiyarini
    8135072775
    pend. tata niaga reg 07

    menurut saya sikap profesional guru merupakan faktor penting dalam perkembangan pendidikan di negara kita. guru tidak hanya memberikan nilai tanpa tahu sejauh mana pemahaman siswanya akan pengetahuan yang telah ia berikan. jadi guru juga harus memiliki potensi atau skill yang sesuai dengan tuntutan jaman. jangan sampai siswa lebih pintar dari guru. lalu dari sikap emosional guru juga harus diperhatikan. karena segala apa yang guru lakukan itu merupakan acuan untuk siswa. seperti guru yang emosionalnya tinggi, menghukum siswa di luar batas kewajaran, atau memungut uang dari siswa. maka hal ini perlu di tindak lanjuti. berhubung guru merupakan pendidik dan acuan siswa dalam belajar.

    BalasHapus
  62. Julyanto
    8135072791
    Pend.Tata Niaga Reg 07

    Menurut saya guru yang profesional adalah guru yang tidak menganak-emaskan salah satu muridnya dan mengerti betul apa maunya murid tersebut. Selain itu juga dapat memberikan contoh yang baik dalam hal kehadiran tepat pada waktu yang telah disepakati.

    BalasHapus
  63. taofiq
    TN reg 07
    8135072805

    menurut saya guru yang baik adalah guru yang bisa menjelaskan materi belajar dengan cermat dan hati-hati tanpa adanya perasaan keterpaksaan untuk menyerap materi tersebut dari siswanya sendiri.

    jika ada siswa melakukan kesalahan janganlah diberi hukuman yang mengandalkan fisik tetapi dengan memberi hukuman yang mendidik, misalkan mengerjakan tugas,karena tugas guru itu adalah MENGAJAR bukan MENGHAJAR.

    tetapi memang untuk menjadi profesional guru juga harus mendapat gaji yang profesional juga. karena untuk masa sekarang profesi guru dianggap sebelah mata hanya karena melihat gaji yang diterima bukan jasa apa yang telah dilakukan oleh guru

    BalasHapus
  64. Risthy Septydin Puspita
    8135072770
    TN'reg 07

    guru adalah seorang pengajar, sebagai orang yang mempunyai profesi untuk menyampaiakna ilmu pengetahuan kepada anak didik ny dengan baik.keprofesionalan seorang guru tidak semata-mata hanya untuk mencari imabalan semata tetapi harus dengan ikhlas,tulus dari dalam hati.kesalahan-kesalahan yang bersaal dari anak didik mestinya dikoresi ulang sebagai pertimbangan dari mana anak didik itu melakukan kesalahan-kesalahan!

    BalasHapus
  65. Liza Sabriani
    tn reg 07
    8135072797

    guru bukan saja sbg pengajar tetepi pembimbing serta pengganti orangtua dirumah.kesalahan yang ada pada para siswa jangan diberikan hukumunan fisik tetapi berikan nasehat sehingga para siswa memahami kesalahannya.

    BalasHapus
  66. Guru merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah,karena itu guru harus memikili sikap propesiol dalam menjalankan tugasnya..
    guru harus memiliki sikap yang baik,yang dapat dicontoh oleh para anak didiknya.

    BalasHapus
  67. Dwi Yuniarti
    8135072800
    Pend. Tata Niaga Reg 07

    Dalam dunia pendidikan pada prosesnya bukan hanya siswanya saja yang harus belajar tetapi juga para gurunya. Dalam hal ini dimana guru harus dapat belajar profesional dalm melakukan tugasnya.Profesional yang tidak hanya di dalam kelas ketika mengajar tetapi juga guru harus mampu bersikap profesional ketika ia mendidik di luar kelas. Ketika memberi nilai guru memang harus objektif sesuai dengan kemampuan siswa itu sendiri tetapi pada saat guru mendidik secara moral harus memberikan perhatian dan kasih sayang serta juga rasa saling menghargai kepada seluruh siswanya tanpa pandang bulu dan pilih kasih.
    Guru yang profesional adalah guru yang mampu menempatkan sikap keprofesionalannya sesuai pada tempatnya.

    BalasHapus
  68. Muhammad Rizki Hakiki
    8135072794
    Pend. Tata Niaga Reg. 07

    Guru adalah sebuah profesi yang bertugas untuk membina, membimbing dan mendidik para murid. Guru yang professional adalah guru yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan sesuai dengan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru. Alangkah baiknya jika semua guru-guru kita bisa bersikap professional dalam menjalankan tugasnya tetapi masih banyak kendala dalam mewujudkan hal tersebut. misalnya masalah kesejahteraan yang masih belum pasti. Jika saja setiap guru memiliki tingkat kesejahteraan yang merata, maka bukanlah tidak mungkin sikap professional guru dapat tercapai.

    BalasHapus
  69. David Ramot
    8135072801
    Pend.Tata Niaga reg.07

    Saat-saat ini kita banyak mendngar berita tentang penganiyayan siswa oleh guru, hal ini disebabkan oleh kurang sifat profefional sebagai sorang guru, yang seharusnya mendidik siswa melalui kata-kata dan perlakuan yang lembut bukan dengan kata-kata serta perlakuan yang kasar meskipun siswa tersebut berperilaku kasar.
    Saya sangat setuju dengan kompetensi diatas untuk membentuk sifat profesionalisme seorang guru yaitu :
    1. kompetensi pedagogik
    2. kompetensi kepribadian
    3. kompetensi profesional
    4. kompetensi sosial
    Dengan adanya kompetensi diatas diharapkan guru-guru menjadi lebih profesional.

    BalasHapus
  70. Sikap profesional sangatlah diperlukan oleh para guru.karena masih banyak guru yang menggunakan hukuman fisik kepada murid-muridnya.padahal guru merupakan panutan bagi murid-muridnya,dan dengan sikap profesional murid-murid akan merasa nyaman dalam belajar.

    BalasHapus
  71. febri(tn'nr 07)
    8135077977

    sikap profesional guru,,,,, memang harus diperhatikan....
    seorang guru atau pendidik harus menjadi suri teladan yang baik atau contoh yang baik bagi... siswanya....

    seorang guru hendaknya memperlakukan setiap muridnya sama tidak membeda-bedakan....antara satu dengan lainnya...
    seorang pendidik pun harus dapat mengendalikan emosinya....
    di media banyak sekali kasus menyimpang seorang guru...
    mis;kekerasan pada siswa.... itu merupakan contoh yang tidak baik..........


    untuk itu seorang pendidik harus bersikap profesional dan berbudi luhur,,,,,

    BalasHapus
  72. Gelda Meris Nike Safitra
    8135072807
    Pend.Tata Niaga Reg07


    Guru adalah sebuah profesi yang terhormat,dimana seorang guru adalah contoh dan teladan untuk murid-muridnya...karna itu sikap profesional sangat dibutuhkan oleh seorang guru..guru professional adalah guru yang mampu menguasai materi pelajaran dengan baik kemudian mampu menyampaikan materi tersebut kepada siswa secara baik pula serta memiliki kepribadian yang baik yang dapat di teladani oleh siswa-siswanya serta tidak membeda-bedakan antar siswa dan dapat bersikap bijak apabila ada murid yang berbuat kesalahan...

    BalasHapus
  73. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  74. imam irawan
    8135072811
    pend tata niaga reg 07
    Menurut saya Semua guru yamg ada di Indonesia diharapkan mempunyai sikap yang profesional dalam mengajar. Pemerintah juga telah berusaha mewujudkan hal ini dengan cara seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkan melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Tetapi pada kenyataannya tidak terjadi demikian, pelaksanaannya terdapat berbagai kesalahan-kesalahan, Untuk mengatasinyahal ini maka guru profesional harus mempunyai 4 kompetensi.agar bisa menjadi guru profesional.

    BalasHapus
  75. Diajie Ary tohfati
    8135077980
    tn non reg 07

    Sikap Profesional guru
    Menurut saya guru adalah teladan untuk siswanya, untuk menjadi guru yang profesional haruslah dinamis dengan keadaan yang ada, fleksibel, punya wawasan yang luas, punya jiwa kepemimpinan yang besar, menghormati siswanya, adanya kasih sayang dan adanya tanggung jawab. Maka dunia pendidikan yang ada di Indonesia akan menjadi lebih baik bila tenaga pendidiknya memiliki sikap yang professional.

    BalasHapus
  76. Ary Prabowo
    TN NR 07

    sikap merupakan cerminan kepribadian seseorang, dan setiap guru harus memiliki sikap profesional dimana guru memiliki wawasan yang luas dan tanggap akan apa yang ada disekelilingnya. namun pada kenyataannya banyak kasus dimana guru melakukan kekerasan fisik terhadap peserta didiknya, hal ini mencerminkan bahwa masih banyak guru yang kurang memiliki sifat profesional karena guru merupakan teladan bagi anak didiknya. saya pun sebagai calom guru perihatin terhadap hal tersebut.

    BalasHapus
  77. profesionalisme guru patut diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar. selain untuk menjamin mutu pendidikan yang akan dicapai, profesionalisme juga turut mempengaruhi jalanya perpindahan ilmu yang akan diterima oleh siswa. seorang guru yang tidak profesional bisa saja mengajar materi, tetapi belum tentu siswa paham dengan materi tersebut. namun guru yang profesional pasti tau bagaiman cara dalam menerangkan apa yang diajarkantya dan tau pula kira-kira seberapa besar tingkat pemahaman siswa. oleh karena itu, dalam rangka menjamin mutu pendidikan maka perlu diadakanya pengajaran terhadap guru-guru mengenai profesionalitasnya. salah satu yang sudah dilaksanakan adalah sertifikasi guru, cara itu dirasa tepat oleh dinas pendidikan.

    BalasHapus
  78. lukmaN > TN (non reg) 07

    Guru merupakan profesi yang sangat mulia.
    Di Jepang, Guru sangat dihormati sekali.
    Sikap profesionalisme seorang guru mempunyai peran penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Guru juga harus mempunyai kepribadian yang menarik, pandangan/wawasan yang luas, dan pendapat yang dapat dicontoh oleh para siswa.
    Sikap profesional guru pun harus dapat memotivasi setiap siswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

    BalasHapus
  79. alek monaris s
    pend.tata niaga reg07
    8135072768

    Profesional.. .
    melakukan sesuatu dengan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dapat memuaskan orang lain itu menurut saya sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru atau pengajar.. .

    guru hendaknya dapat mendidik anak didiknya dengan cara yang benar bukan dengan kekerasan karena guru merupakan seorang yang menjadi icon dalam dunia pendidikan dan orang yang dijadikan teladan dalam dunia pendidikan.. .

    BalasHapus
  80. wahyu tn reg 2007
    menutrut saya
    setiap orang harus memiliki profesionalisme dalam hal apapun. guru sebagai tenaga pendidik juga harus memperhatikan profesionalitasnya dalam mengajar. apabila guru tidak memiliki profesionalitas, maka kegiatan belajar tidak akan berjalan dengan baik dan dia hanya mementingkan egonya sendiri.

    BalasHapus
  81. Dwi Yunita TN NR'07

    Guru dan Murid merupakan faktor yang paling penting dalan pendidikan. pendidikan tidak akan berjalan tanpa danya seorang guru, begitu pula sebaliknya. oleh karena itu dibutuhkan guru yang bersikap profesional yang dapat mengrahkan muridnya kepada jalan kebaikan, dan untuk meraih prestasi di masa depan.

    BalasHapus
  82. Noritha Kristianty
    8135072787
    Pend. Tata Niaga Reg'07

    Guru adalah orang yang dengan jasanya yang akan membawa peserta didik kea rah yang lebih baik untuk bangsa, maka dari itu sikap professional seorang guru sangat dituntut dalam dunia kependidikan. Akan tetapi tidak jarang terjadinya penyimpangan-penyimpangan oleh guru seperti yang marak saat ini adalah kekerasan oleh guru. Karena itu peran pemerintah disini sangat penting untuk lebih memprofresionalkan seorang guru. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan mutu guru, seperti beasiswa untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau penyuluhan tentang sikap kprofesionalan yang sangat dibutuhkan, dan tentu saja harus adanya kesadaran akan keprofesionalan itu sendiri didalam guru masing-masing.

    BalasHapus
  83. Amalina Imadarty
    8135077986
    Pen.TN NR 07

    Menurut saya, guru adalah seorang pendidik, panutan, teladan bagi para peserta didik dan lingkungannya, maka dari itu guru tsb harus mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan peserta didik. Pada era globalisasi seperti sekarang ini peran guru yang professional sangat dibutuhkan guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Berkaitan dengan hal itu, sekarang ini guru juga harus mampu menggali kemampuan dan kreativitasnya. Untuk itu dengan berkembangnya kurikulum maka guru juga harus dapat merubah metode pembelajaran yang monoton dan cendrung membosankan menjadi sesuatu yang menarik dan disukai oleh peserta didik. Untuk itu, guru harus mempunyai strategi khusus untuk menarik perhatian tsb. Di samping factor kurikulum yang mengubah peran guru menjadi fasilitator dan menuntut keaktifan siswa. Peserta didik pada zaman dulu jelas berbeda dengan zaman sekarang karena pada zaman sekarang peserta didik lebih kritis dan lebih sulit diatur. Untuk itulah sikap guru yang professional sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini.

    BalasHapus
  84. rizky dwi perwitasari
    8135077963
    TN (nonreg07)



    guru...
    seorang yang mengajarkan kita membaca ,, berhitung dan menulis..guru juga menjadi orang tua kita di sekolah,,panutan yang perlu di contoh...
    tetapi mengapa sekarang ini banyak sekali guru yang tidak profesional..
    sering melakukan pelecehan seksual,,tindakan kekerasan,,dll..
    padahal tugas guru adalah membangun tunas-tunas bangsa..
    zaman sekarang peranan guru sangat penting,,tetapi bukan guru yang abal-abal..
    guru yang di butuhkan adalah guru yang profesional,,guru yang mengetahui apa sebenarnya tugas mereka..
    guru yang profesional di butuhkan untuk memajukan pendidikan nasional..jadi untuk itu guru harus mempunyai strategi untuk menarik peserta didik..
    guru harus mempunyai penguasaan IT yang cukup memadai dengan perkembangan zaman..
    guru seperti itulah yang dibuthakan untuk memajukan bangsa..

    BalasHapus
  85. aditya septiadi a
    8135072783
    tN reg 07

    guru merupakan orang yang mengajarkan ilmu kepada kita.. untuk itu sikap guru haruslah profesional dan memiliki pengetahuan yang luas... jika guru tidak profesional, maka kualitas murid yang dihasilkan akan sangat memprihatinkan..

    BalasHapus
  86. Indra septifurdiana
    TN NR 07
    8135077964
    Seorang guru memang harus memiliki sikap yang professional dalam bertindak. Perilaku professional ini dapat membantu mewujudkan dunia pendidikan lebih baik lagi, mencapai tujuan pendidikan itu sendiri dan lebih berkualitas. Seorang guru dikatakan profesional bila guru tersebut memiliki kualitas mengajar yang tinggi, dan melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

    BalasHapus
  87. Raja Yuda Roderick Siahaan
    8135077978
    Pend. Tata Niaga (NR'07)
    Saya setuju jika sikap profesional guru dapat tertanam di dalam diri setiap guru yang sudah menyatu dalam diri setiap guru, itu berarti guru tersebut sudah memahami apa yang harus dilakukannya terhadap siswa - siswanya. tetapi kebanyakan guru-guru yang mengalami beberapa penyimpangan
    Seorang pendidik yang hebat bukanlah seorang yang mempunyai ketenangan untuk mengosongkan diri dan mempunyai kepekaan untuk belajar.
    Karna fungsi guru yang utama adalah mampu bertindak sebagai mediator dan motifator peserta didik agar tujuan dari pembelajaran tersebut dapat sesuai dengan apa yang diharapkan.

    BalasHapus
  88. Perlunya sikap yang professional menjadi modal utama bagi guru dewasa ini dimana perkembangan sekarang ini yang kian pesat menuntut seorang guru untuk memiliki berbagai skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang guru yang handal.Sudah bukan zamannya pola pengajaran dulu yang masih tradisional dengan sekarang yang sudah era globalisasi serba canggih menuntut guru untuk mampu menguasai dan memaksimalkan potensi yang ada dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi.

    BalasHapus
  89. anggi arisaputri TN_NR07
    8135077971

    Kemampuan profesional seorang guru sangat dibutuhkan sebagai penyelenggara pendidikan yaitu bertanggung jawab dalam menciptakan suatu situasi belajar mengajar yang baik, sehingga dapat melaksanakan suasan pembelajaran dengan baik dan peserta didik dapat belajar dengan tenang.

    profesionalisme sangat penting bagi seorang guru,agar terciptanya anak didik yang berkualitas

    BalasHapus
  90. Karina DwiJaya Oktariani TN NR'07
    8135077957

    Assalamualaikum
    menurut saya guru dan siswa merupakan faktor penting dalam proses pendidikan.meskipun guru memang pintar tetapi jangan selalu merasa menjadi orang yang paling tahu,merasa murid hanya sebagai pendengar yang duduk diam tanpa ada keluhan.Untuk itu dengan berkembangnya kurikulum maka guru juga harus dapat merubah metode pembelajaran yang monoton dan cendrung membosankan menjadi sesuatu yang menarik dan disukai oleh peserta didik. Untuk itu, guru harus mempunyai strategi khusus untuk menarik perhatian tsb.

    BalasHapus
  91. aisyah R ( TN 07 )

    saat ini tidak mudah mencari guru yang ahli dalam bidangnya, seharusnya guru merupakan orang yang digugu dan ditiru..
    hal ini tidak mudah karena selain kemampuan intelektual yang baik gurupun harus memeiliki sikap yang baik pula..
    namun saat ini banyak guru yang memiliki intelektual yang baik namun tidak ditunjang dengan sikap yang baik, begitupun sebaliknya..
    seharusnya pemerintah terus melakukan perbaikan kemampuan guru dengan melakukan pelatihan - pelatihan..

    BalasHapus
  92. jenny christine (8135077998)
    TN NR 07

    ass
    sifat profesional guru itu tercermin pada kepribadian dia sehari-hari, baik dalam keluarganya sampai pada orang yang ada di sekitarnya.
    tetapi akan lebih bagus lagi jika guru harus mempunyai pendirian yang tetap, yang tidak tergantung pada keluarga dan orang lain.
    karena ini akan berpengaruh kepada kedisiplinan dalam tata tertib yang ada di sekolah.
    contohnya:
    1.seorang guru dikatakan GURU apabila dia bisa mendidik siswa-siswa dengan BENAR tanpa ada kekerasan/penganiayan kepada siswa
    2.guru harus bisa selalu hadir dalam KBM tersebut karena ini mempengaruhi nilai dia sebagai Guru dan membuat siswa-siswa tersebut lebih maju dalam belajarnya.
    3. paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
    4. guru harus benar-benar membawa nama BAIK sekolahnya dan membawa peserta didik ke masa depan yang lebih gemilang

    BalasHapus
  93. Rosita

    Assalamu'alakikum....

    Sedikit koment saya tentang Sikap Profesional seorang guru..

    Seorang pengajara atau guru dituntut untuk bersikap profesional, dalam hal ini guru memang sudah sepantasnya untuk bersikap seprofesional mungkin. misalkan dalam hal menilai diri si anak didik, jangan berdasarkan kedekatan seorang guru memberikan niali lebih terhadap anak didik terbsebut. tapi nilailah kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya. dengan begitu seorang guru akan dinilai profesional oleh muridnya.

    selain guru, siswa juga harus profesional sesuai dengan perannya sebagai anak didik....

    Demikian koment Saya..... semoga bermanfaat.

    Wassalam.....

    BalasHapus
  94. fitri melawati tn nr 07

    sikap profesional guru sangatlah diperlukan karena tanpa adanya sikap yang profesional akan membuat pemikiran yang negatif yang akan diberikan para siswa terhadap guru tersebut..
    dengan sikap profesional yang diberikan akan memberikan dampak untuk memberikan suasana belajar yang menyenangkan..

    BalasHapus
  95. Qurota Aini TN NR'07

    Menurut Saya,
    Sikap profesional guru sangatlah diperlukan dalam proses belajar mengajar sebab apabila seorang guru mulai bersikap tidak profesional dalam mengajar itu akan sangat mengganggu proses jalannya kegiatan belajar-mengajar tersebut...
    guru yang profesional menurut saya adalah guru tidak begitu membedakan antara murid yang satu dengan yang lainnya juga tidak pilih kasih kepada murid..
    selain itu seorang guru yang profesional harus mengerti karakter dari muridnya, apabila mengajar tidak menggunakan kekerasan, tidak memberikan contoh yang buruk kepada muridnya serta harus bisa menjaga dan memberikan image yang baik dalam berperilaku.

    BalasHapus
  96. Kristiana Ermawati
    8135072771
    Pend.Tata Niaga (Reg'07)

    menurut saya , guru yang profesional adalah guru yang dapat menerapkan pelajaran yang sesuai. mengajar dengan metode-metode yang ada dan tidak menyimpang dari itu. sehingga dapat mendidik dan membimbing peserta didiknya. oleh sebab itu sikap guru yang profesioanl sangat dibutuhkan.

    BalasHapus
  97. Sikap profesionalisme dapat diwujudkan dengan loyalitas dan kecintaan dalam melakukan sesuatu, tanpa melakukan kesalahan sedikitpun. Semua manusia yang memiliki profesionalisme tinggi, dapat mencapai cita-cita yang mereka inginkan. Dengan loyalitas tinggi, mereka mampu mewujudkan sikap profesionalisme.
    Dalam hal ini, guru sebagai tenaga pendidik, harus memperhatikan sikap profesionalnya, bertanggung jawab untuk menciptakan anak didik yang berprestasi dan menjadikan sistem pendidikan menjadi lebih baik lagi.



    Dwi Restuwanty
    8135077989
    Pend. Tn (NR)

    BalasHapus
  98. sutriyani
    8135077961
    TN non reg'07

    assalamu'alaikum wr.wb

    guru yang baik akan menghasilkan para peserta didik yang baik pula, seperti pepatah "mengatakan siapa yang menanam kebaikan pasti akan mendaptakan hasil yang memuaskan"(kurang lebih seperti itu)
    Guru profesional adalah guru yang dapat mengajarkan kebaikan moral sehingga anak peserta didiknya dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya, selain itu guru juga dapat membimbing dengan sikap yang arif dan bijaksana tanpa adanya paksaan atau tidak memaksakan kehendaknya sendiri dan saling menghargai.
    sekiaaann...

    BalasHapus
  99. diaz priasmoro
    pend.Tata Niaga Non reg 07
    8135077958

    sikap profesional guru diperlukan sekali supaya kualitas anak didiknya baik.
    namun, sikap profesional guru kadang melenceng dari sebagaimana mesti nya, guru sering menganiaya anak murid nya sendiri.
    apa itu yang namanya profesional ???
    tindak kekerasan itu bukan sebagai sikap profesional, malah mencoreng nama baik guru dimata masyarakat luas.
    sebaiknya diadakan seminar atau pelatihan sikap guru supaya tindak kekerasan dan penganiayaan murid tidak terjadi kembali.

    BalasHapus
  100. Sikap profesional guru sangat di butuhkan agar kualitas sekolah pada umumnya dan siswa pada khususnya dapat lebih baik. Profesional bisa di artikan bisa mengatasi segala masalah dengan keadaan dan kondisi apapun, itu berarti guru yang profesional dapat mengatasi segala masalah yang terjadi dengan anak didiknya di samping apakah guru tersebut juga sedang memiliki masalah atau tidak. maka dari itu, sudah banyak di adakan pelatihan menjadi guru, dalam melaksanakan pelatihan menjadi guru hendaklah menanamkan sikap profesionalitas dalam menjadi guru, serta menanmkan sikap akan cinta pekerjaan dari hati nurani bukan semata karena imbalan/gaji dari apa yang menjadi profesi.

    BalasHapus
  101. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  102. Menurut saya, sikap professional tak hanya harus dimiliki oleh pengajar, namun peserta didik pun juga. Sikap – sikap ini haruslah ditanamkan baik – baik oleh guru serta menanamkannya pula kepada peserta didik, karena saat ini sikap atau nilai – nilai budi pekerti pada peserta didik sudah mulai mengkhawatirkan.Selain itu, pengajar/pendidik pun harus juga menguasai perkembangan teknologi sekarang. Untuk itulah pendidik harus memiliki sikap professional agar dapat memajukan pendidikan di Indonesia di masa depan...

    Novira Tri Risanti
    8135077962
    Pend. TN Non Reg'07

    BalasHapus
  103. yuni Sri W (8135077970)
    Pend.tata niaga 07

    memang perlu adanya penekanan sikap perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi anak didiknya.
    maka dewan pendidik pun perlu menyiapkan guru-guru yang profesional, dalam arti mampu memberi didikan yang baik bagi siswanya.
    sangat disayangkan pada keberadan guru yang salah dalam mendidik siswa (kekerasan).
    ini perlu adanya peningkatan guru yang berprinsip di Indonesia ini agar anak-anak yang tercipta baik.
    karena murid yang baik berawal dari GURU yang baik.

    BalasHapus
  104. sebenarnya sikap profesional harus dimiliki oleh seorang guru. sebab, di masa sekarang ini masih banyak guru yang mengajar siswanya dengan kekerasan. dan apapun yang dilakukan oleh guru akan ditiru oleh anak didiknya, sehingga guru harus memiliki budi pekerti yang baik.

    BalasHapus
  105. sikap profesional seorang guru harus berperilaku baik sebab itu akan mencerminkan kepribadian guru tersebut. dengan begitu tidak terjadi kelalaian guru dalam melakukan pekerjaannya.

    BalasHapus
  106. christina panjaitan
    Tn Reg 2007

    Menurut saya peran pemerintah sangat mendukung bagaimana membangun sikap dan perilaku guru yang profesional,misalnya Pemerintah sering melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.

    BalasHapus
  107. Menjadi seorang guru tidaklah semudah yang kita bayangkan, diperlukan keseimbangan emosional, intelektual, dan spiritual yang baik. Seorang guru selalu mengacu pada prosedur pengajaran agar tidak menimbulkan hal-hal yang menyimpang karena yang dirugikan nantinya adalah anak didiknya. Jadi bukan sekedar memberikan materi ajar saja tetapi juga bersikap profesional secara menyeluruh seperti yang dituangkan dalam artikel ini.

    BalasHapus
  108. Nancy Wijaya S
    8135072769
    Pend. Tata Niaga 07 (Reguler)

    Pada intinya timbulnya sikap profesional seorang pengajar dan pendidik khususnya guru, semua kembali kepada individu guru itu masing-masing.

    kalaulah memang seorang guru memang ikhlas dalam mengajar dan mendidik, seyogyanya guru selalu melatih emosional yang ada pada dirinya. juga selalu tidak pernah merasa puas apa yang telah ia miliki. sehingga selalu mencari ilmu pengetahuan baru.

    dalam prakteknya pemerintah telah berupaya untuk membantu mengembangkan keterampilan itu sendiri, namun tidak sedikit guru yang menyianyiakanya. seperti kegagalan-kegagalan yang telah disebutkan diatas.

    16 faktor yang telah dikemukakan di atas bila benar-benar dipraktekan, maka situasi belajar dan mengajar di sekolah pun akan tercapai.

    semoga calon guru dan para guru Indonesia selalu rajin membaca dan berkreasi.

    Hidup Guru Indonesia!!

    BalasHapus
  109. Emi Ardiyanti
    8135070419
    Pend.Tata Niaga Reg 07

    sikap dan perilaku memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. jika ada sikap mengandung nilai positif maka perilaku juga akan positif, begitu pula sebaliknya.
    sikap dan perilaku seorang guru tentunya akan menjadi panutan setiap anak didik. sehingga guru harus dapat menjaga sikap serta perilakunya agar anak didik tidak 'teracuni' oleh sikap dan perilaku yang salah.
    di sinilah profesionalisme seorang guru berperan penting. guru harus dapat menjaga bahkan memberikan contoh sikap dan perilaku yang terpuji bukan hanya sekedar teori belaka tetapi benar-benar dalam tindakan nyata.
    guru dengan profesionalismenya diharapkan dapat membentuk sikap dan perilaku yang positif kepada setiap anak didik agar mereka dapat menjadi insan yang berahlak baik.
    amin.

    BalasHapus
  110. Fitri Hadianti
    8135077973
    Pend.Tata Niaga (Nonreg 07)

    Sikap profesional guru sangat diperlukan untuk meningkatkan loyalitas dari guru tersebut.Karena sikap yang profesional dapat meningkatkan kedisiplinan,wawasan pengetahuan dsb...
    Apabila guru memiliki sikap yang seperti itu maka bukan hanya menjadi point plus saja untuk guru tersebut tetapi dengan sikap itulah bisa menjadi contoh oleh para siswa yang dia ajarkan...

    BalasHapus
  111. Menurut saya, sikap professional tak hanya harus dimiliki oleh pendidik, namun oleh pesrta didik juga. Agar terjadi kesinambungan dalam proses belajar – mengajar. Sikap – sikap ini haruslah ditanamkan baik – baik oleh guru serta menanamkannya pula kepada peserta didik, karena saat ini sikap atau nilai – nilai budi pekerti pada peserta didik sudah mulai mengkhawatirkan.

    BalasHapus
  112. sikap profesionalisme guru sangat penting bagi seorang guru karena dengan begitu guru dapat menjalankan tuasnya dengan baik dan penuh tnagguung jawab

    BalasHapus
  113. perilaku menyimpang guru merupakan cerminan lemahnya supervisi pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan.
    sekap profesionalisme guru sangat diperlukan sebagai tauladan pembentukan sikap siswa pula.
    mungkin ini juga pengaruh rendahnya tingkat kesejahteraan guru. tekanan yang didapatkan guru menjdi faktor perusak keprofesionalisme-an guru.

    BalasHapus
  114. muammar khadafi
    8135077995
    p.tata niaga non reg07

    Sikap profesional guru amat sangat perlu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap sikap dan perilaku guru. Kesiapan tenaga pendidik yang benar-benar professional dan mampu menghargai siswa secara manusiawi dibutuhkan agar guru tidak bertindak semena-mena terhadap siswa. Budi pekerti seorang guru haruslah baik dan dapat dijadikan teladan yang baik untuk para siswa. Interaksi antara guru dan siswa amat sangat penting agar terjadi saling ketergantungan dan saling keterikatan antara guru dan siswa. Namun hubungan ini dapat dimaknai secara profesional agar tidak terjadi penyimpangan dan hal-hal lain yang tidak diiginkan.

    BalasHapus
  115. Imam Punarko
    Pend. Tata Niaga 07
    8135072812

    pemahaman kita selama ini bahwa kesuksesan kita terjadi akibat dari keahlian seseorang terhadap sesuatu, namun hal ini menjadi terbalik jika kita melihat hasil penelitian Universitas Harvard As yang menyatakan bahwa 85 % kesuksesan berasal dari sikap dan sisanya 15% berasal dari keahlian.

    para ahli bidang pendidikan mengindikasikan bahwa sikap menciptakan perilaku, kadang sikap memberikan pemahaman kepada murid. begitu besarnya urgensi sikap ini sehingga menurut saya penting seandainya LPTK secara kontinue dan berkala melatih sikap dan keterampilan secara seimbang sehingga tidak terjadi guru bijak yang tidak bejus atau guru yang pintar tapi kurang tertata. mudah-mudahan saja artikel tadi dapat menjadi masukan berharga bagi para guru/ calon guru. amin

    BalasHapus
  116. Khorina(813077992)
    Pend.TataNiaga NonReg'07

    Menurut saya Guru yang profesional adalah guru yang bukan saja mengajarkan materi tapi juga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Minimal dari hal yang terkecil sehingga peserta didik akan langsung mendapat contoh dari sang guru.Saya setuju atas pendapat Danni Ronnie M tentang 16 pilar agar guru dapat mengajar dengan hati.Perlu ditekankan Agar HATI dapat berbicara maka guru harus terus belajar memperbaiki AKHLAKnya dari sedini mungkin.

    BalasHapus
  117. Reza Adi Putranto
    8135077997
    Pend. Tata Niaga Non Reg '07

    dari artikel tersebut dapat saya tambahkan bahwa setiap guru wajib menjaga profesionalitasnya dengan menjaga sikapnya.tanpa profesionalitas kinerja guru tersbut akan dipandang remeh oleh orang.guru yang profesional adalah guru yang mampu menerapkan disiplin menyampaikan materi pelajaran dan dapat di pahami bagi siswa yang di ajarnya.oleh karna itu sebagai guru dalam menjaga profesionalitas harus menjadi tauladan yang baik bagi muridnya.

    BalasHapus
  118. RENDI MAISYAH LINO
    8135077994
    PEND.TATA NIAGA NON REG 2007


    Guru adalah sebuah profesi yang bertugas untuk membina, membimbing dan mendidik siswa dan siswi. Guru yang professional adalah guru yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan sesuai dengan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru. Alangkah baiknya jika semua guru-guru kita bisa bersikap professional dalam menjalankan tugasnya.
    Tetapi hal tersebut tidaklah mudah, karena lagi-lagi masalah kesejahteraan yang masih menghantui kehidupan guru. Jika saja setiap guru memiliki tingkat kesejahteraan yang merata, maka bukanlah tidak mungkin jika sikap professional guru dapat tercapai. Sehingga proses belajar mengajar yang baik dapat terlaksana dengan baik pula dan pada akhirnya akan menghasilakan kualitas pendidikan yang merata dan berkualitas baik.
    Untuk itulah, pemerintah sudah seharusnya memperhatikan guru-guru di Indonesia, baik yang berada dikota maupun yang jauh di pedalaman, agar terjadi pemerataan kualitas guru di seluruh Indonesia.

    BalasHapus
  119. inne zulfanisa
    8135072806
    tata niaga reg 07
    sikap dan perilaku seorang guru tentunya akan menjadi panutan setiap anak didik. sehingga guru harus dapat menjaga sikap serta perilakunya agar anak didik tidak 'teracuni' oleh sikap dan perilaku yang salah.Guru yang profesional adalah guru yang bukan saja mengajarkan materi tapi juga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  120. Ade Kurniawan
    8135072772
    Pend. Tata Niaga reg '07

    Bagi saya, seorang guru dituntut untuk profesional, kompeten, dan menguasai ilmu dalam bidangnya.Banyak yang di lakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru misalnya dengan adanya sertivikasi guru, seminar dan lain-lain.Namun pada kenyataannya kesejahteraan guru masih kurang.Rendahnya upah yang atau gaji yang diterima guru sangat berpengaruh pada profesional guru, sikap dan prilaku seorang guru.Hal itu sangat logis bagaimana guru akan fokus mengajar apabila kesejahteraan guru kurang,Banyak kita temui guru mempunyai kerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

    BalasHapus
  121. abdul rohim
    8135072785
    tata niaga reg 2007

    oke, guru itu memang harus dan wajib profesional.profesional dalam mengajar,mendidik dan membimbing muridnya.karena guru disini adalah seorang figur yang akan dicontoh oleh murid_muridnya.seorang figur pengganti orang tua di sekolah sehingga seorang guru harus memiliki kinerja yang optimal,bijaksana, berwibawa dan tanggung jawab.oleh sebab itu seorang guru harus memberi contoh yang baik kepada murid-muridnya.
    seperti kata pribahasa "GURU KENCING BERDIRI,MURID KENCING BERLARI".

    BalasHapus
  122. sebaiknya Pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan kualitas guru, diantaranya antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
    Latar belakang pendidikan ini mestinya berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhi. Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam pembelajaran ada tujuh kesalahan.

    BalasHapus
  123. Ichwan Iskandar 8135072792 Pend.Tata Niaga Reg 2007 Profesional seorang guru memang diperlukan selama ia menjalankan profesinya sebagai guru ataupun tidak.Guru yang berarti digugu dan ditiru sudah sepatutnya menjadi contoh bagi semua anak didiknya.Maka seorang guru harus memiliki sifat-sifat yang menyayangi kepada semua peserta didiknya.Para siswa menganggap sosok guru adalah yang paling pintar,bisa segala-galanya,padakal ungkapan ini tidak sepenuhnya benar.Ada guru yang melakukan tindakan positif tetapi juga banyak juga yang melakukan perbuatan yang tidak terpuji.Maka untuk itu dibutuhkan tingkat profesionalisme yang tinggi sebagai seorang guru di masa kini.

    BalasHapus
  124. Imam Zaid Dwi Aryanto - 5235111817
    PTIK Reguler 2011

    Menurut saya, sikap dan perilaku guru yang profesional adalah mampu menjadi teladan bagi para peserta didik, mampu mengembangkan kompetensi dalam dirinya, dan mampu mengembangkan potensi para peserta didik. Sikap dan perilaku guru yang profesional harus mempunyai karakter pembangun. Karakter pembangun tersebut, yakni kasih sayang, penghargaan, pemberian ruang untuk mengembangkan diri, kepercayaan, kerjasama, saling berbagi, saling memotivasi, saling mendengarkan, saling berinteraksi secara positif, saling menanamkan nilai-nilai moral, saling mengingatkan dengan ketulusan hati, saling menularkan antusiasme, saling menggali potensi diri, saling mengajari dengan kerendahan hati, saling menginsiprasi, dan saling menghormati perbedaan. Namun masalah kesejahteraan masih menghantui kehidupan guru, andai saja setiap guru memiliki tingkat kesejahteraan yang merata, bukan tidak mungkin jika sikap profesional guru dapat tercapai. Sehingga proses mengajar dapat terlaksana dengan baik dan pada akhirnya akan menghasilkan kualitas pendidikan yang merata. Karena itu, pemerintah harus memperhatikan seluruh guru di Indonesia, agar tingkat kesejahteraan guru dapat merata dan menghasilkan sikap dan perilaku profesional guru di Indonesia.

    BalasHapus